Tips Mencegah Anemia pada Perempuan
- 31 Agt 2026 08:15 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Buleleng - Anemia menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian, terutama pada perempuan. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau kadar hemoglobin berada di bawah normal.
Perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia karena mengalami menstruasi secara rutin. Kehilangan darah setiap bulan membuat kebutuhan zat besi perlu diperhatikan. Risiko tersebut dapat meningkat pada perempuan dengan menstruasi yang berlangsung lama atau dengan jumlah darah yang banyak.
Selain menstruasi, kebutuhan zat besi juga meningkat pada masa kehamilan dan setelah persalinan. Karena itu, pencegahan anemia perlu dilakukan sejak remaja dan dilanjutkan hingga usia dewasa.
Kenali Gejala Anemia
Anemia sering kali tidak disadari karena gejalanya dianggap sebagai kelelahan biasa.
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain tubuh mudah lelah, lemas, lesu, pusing, wajah terlihat pucat, mata berkunang-kunang hingga sulit berkonsentrasi.
Pada remaja putri, kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas belajar dan kegiatan sehari-hari. RRI.CO.ID menyebut gejala anemia juga dikenal dengan istilah 5L, yaitu lemah, letih, lesu, lelah dan lunglai.
1. Konsumsi Makanan Kaya Zat Besi
Salah satu cara utama mencegah anemia adalah memenuhi kebutuhan zat besi melalui makanan.
Beberapa sumber zat besi dapat diperoleh dari daging, hati, ikan, telur, kacang-kacangan serta sayuran berdaun hijau seperti bayam. Makanan tersebut dapat dimasukkan ke dalam menu sehari-hari secara seimbang.
Perempuan juga perlu menghindari kebiasaan melewatkan waktu makan atau melakukan diet terlalu ketat tanpa memperhatikan kebutuhan nutrisi tubuh.
2. Perbanyak Makanan Mengandung Vitamin C
Selain mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, vitamin C juga penting karena dapat membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.
Buah seperti jeruk, jambu dan tomat dapat menjadi pilihan untuk melengkapi menu harian. Konsumsi buah bersama makanan sumber zat besi dapat membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik.
3. Konsumsi Tablet Tambah Darah Sesuai Anjuran
Tablet Tambah Darah atau TTD menjadi salah satu upaya pencegahan anemia, terutama bagi remaja putri.
RRI.CO.ID melaporkan, remaja putri usia 10 hingga 18 tahun dianjurkan mengonsumsi satu Tablet Tambah Darah satu kali dalam sepekan. Kebiasaan tersebut penting karena kebutuhan zat besi meningkat seiring pertumbuhan tubuh dan menstruasi.
TTD sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran tenaga kesehatan atau program yang diberikan. Bagi yang mengalami keluhan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan.
4. Hindari Teh dan Kopi Bersamaan dengan TTD
Kebiasaan minum teh atau kopi setelah makan juga perlu diperhatikan, terutama ketika tubuh sedang membutuhkan asupan zat besi.
RRI.CO.ID mengutip penjelasan tenaga kesehatan bahwa kandungan tertentu dalam teh dan kopi dapat menghambat penyerapan zat besi. Karena itu, sebaiknya tidak mengonsumsi teh atau kopi bersamaan dengan Tablet Tambah Darah.
Tablet Tambah Darah dapat dikonsumsi menggunakan air putih. Konsumsi bersama sumber vitamin C juga dapat membantu proses penyerapan zat besi.
5. Perhatikan Kondisi Saat Menstruasi
Menstruasi merupakan salah satu faktor utama yang membuat perempuan lebih rentan mengalami kekurangan zat besi.
| Baca juga: Telur Puyuh, Kecil Ukurannya Kaya Manfaat |
Perempuan perlu memperhatikan pola menstruasi, terutama jika mengalami perdarahan yang sangat banyak, berlangsung lebih lama dari biasanya, atau disertai keluhan seperti pusing dan tubuh sangat lemas.
Jika kondisi tersebut terjadi berulang, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
6. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan
Pencegahan anemia tidak hanya dilakukan melalui makanan dan suplemen. Pemeriksaan kesehatan juga penting untuk mengetahui kondisi hemoglobin dalam darah.
Perempuan yang mengalami gejala anemia atau memiliki risiko lebih tinggi sebaiknya melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Deteksi lebih awal dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai.
Jangan Anggap Lelah sebagai Hal Biasa
Anemia dapat terjadi pada berbagai tahap kehidupan perempuan, mulai dari masa remaja, usia reproduktif, kehamilan, persalinan hingga menyusui. Kebutuhan zat besi juga dapat berubah sesuai kondisi tubuh.
Karena itu, menjaga pola makan bergizi, memenuhi kebutuhan zat besi, mengonsumsi Tablet Tambah Darah sesuai anjuran, serta melakukan pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk mencegah anemia.
Menjaga kesehatan sejak remaja bukan hanya membantu perempuan tetap aktif dan produktif, tetapi juga menjadi investasi kesehatan untuk kehidupan di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....