Birth Plan Bantu Ibu Hadapi Persalinan
- 30 Agt 2026 06:18 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Persalinan kerap menjadi momen yang menimbulkan rasa cemas bagi ibu hamil. Namun, kecemasan tersebut dapat diminimalkan dengan persiapan yang matang, salah satunya melalui birth plan atau rencana persalinan.
Hal tersebut disampaikan Bd. Titin Novayanti Dey, M.Ked dalam program Indonesia Sehat RRI Singaraja, Jumat, 28 Agustus 2026. Menurutnya, birth plan menjadi wadah bagi ibu hamil untuk mencatat keinginan dan harapan terkait proses persalinan.
“Birth plan itu sifatnya fleksibel, tidak kaku, sebuah catatan atau harapan ibu persalinannya nantinya ingin seperti apa,” ucap Titin.
Ia menjelaskan, birth plan sebaiknya disusun bersama tenaga kesehatan, seperti bidan atau dokter, sehingga rencana yang dibuat dapat disesuaikan dengan kondisi kehamilan dan kemungkinan yang terjadi saat persalinan.
Rencana tersebut dapat memuat identitas ibu, tempat persalinan, tenaga kesehatan yang diharapkan membantu persalinan, pendamping, hingga pihak yang mengambil keputusan apabila terjadi keadaan darurat. Data calon pendonor darah juga dapat dicantumkan.
Menurut Titin, waktu yang ideal untuk mulai menyusun birth plan adalah trimester kedua atau sekitar bulan keempat kehamilan hingga menjelang persalinan.
“Yang kita harapkan adalah ketika kita merencanakan, persalinan nanti itu adalah hal yang menyenangkan dan berkesan,” ujarnya.
Ia menegaskan, birth plan bukan hanya diperlukan bagi ibu yang baru pertama kali melahirkan. Ibu dengan kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya juga tetap dianjurkan membuat rencana karena setiap kehamilan dapat memberikan pengalaman yang berbeda.
Dengan adanya perencanaan, ibu hamil diharapkan lebih memahami apa yang diinginkan sekaligus memiliki ruang untuk mengomunikasikan harapannya kepada tenaga kesehatan dan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....