Digital Fatigue, ketika Paparan Teknologi Memicu Rasa Lelah dan Jenuh
- 28 Agt 2026 07:14 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Komunikasi, pembelajaran, pekerjaan, hingga hiburan dapat dilakukan melalui perangkat digital. Namun, penggunaan teknologi secara berlebihan atau terus-menerus juga dapat menimbulkan kelelahan yang dikenal sebagai digital fatigue atau kelelahan digital.
Digital fatigue berkaitan dengan rasa lelah, jenuh, atau terkuras yang dapat muncul akibat penggunaan teknologi dan paparan aktivitas digital secara berlebihan atau terus-menerus. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan lamanya seseorang menatap layar, tetapi juga dengan banyaknya informasi dan aktivitas yang harus diproses selama menggunakan perangkat digital.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat berpindah dari satu aktivitas digital ke aktivitas lainnya tanpa jeda yang cukup. Setelah menyelesaikan pekerjaan melalui komputer, misalnya, seseorang masih dapat melanjutkan aktivitas dengan memeriksa pesan, membuka media sosial, menonton video, atau mencari informasi melalui telepon seluler.
Berbagai aktivitas tersebut membuat perhatian terus terarah pada perangkat digital. Notifikasi, pesan masuk, informasi yang terus diperbarui, serta tuntutan untuk merespons dengan cepat dapat membuat seseorang merasa selalu terhubung dengan dunia digital.
Digital fatigue dapat ditandai dengan rasa jenuh ketika menggunakan perangkat digital, kesulitan mempertahankan konsentrasi, menurunnya motivasi, hingga keinginan untuk menjauh sementara dari aktivitas yang berhubungan dengan teknologi. Pada sebagian orang, penggunaan perangkat digital yang terus-menerus juga dapat membuat waktu istirahat terasa kurang berkualitas karena masih diisi dengan aktivitas melalui layar.
Kondisi tersebut menjadi perhatian, terutama karena teknologi telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, diperlukan pengelolaan penggunaan teknologi secara lebih bijaksana.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memberikan jeda secara berkala dari perangkat digital. Waktu tanpa layar dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas lain, seperti berbincang secara langsung dengan keluarga atau teman, membaca buku, berolahraga ringan, melakukan hobi, maupun sekadar beristirahat.
Selain itu, membatasi notifikasi yang tidak diperlukan dan menentukan waktu tertentu untuk memeriksa pesan atau media sosial dapat membantu mengurangi gangguan digital. Penggunaan teknologi juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga tidak setiap waktu harus diisi dengan aktivitas melalui perangkat.
Pada akhirnya, teknologi merupakan alat yang memberikan banyak manfaat bagi kehidupan. Namun, penggunaan yang terus-menerus tanpa jeda dapat membuat seseorang merasa lelah secara fisik maupun mental. Mengenali tanda-tanda digital fatigue menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat dan seimbang.
Memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat dari layar bukan berarti harus sepenuhnya meninggalkan teknologi. Hal tersebut merupakan upaya untuk menciptakan keseimbangan antara kebutuhan untuk tetap terhubung secara digital dan kebutuhan untuk beristirahat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....