CKG Petakan Penyakit Dominan, Program Kesehatan Buleleng Lebih Tepat Sasaran

  • 10 Agt 2026 09:26 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Buleleng tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Hasil pemeriksaan juga dimanfaatkan untuk memetakan penyakit yang banyak ditemukan di masing-masing wilayah. Data tersebut selanjutnya menjadi dasar dalam menentukan program kesehatan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengatakan hasil CKG menjadi sumber informasi penting bagi pemerintah dalam menyusun program kesehatan. Temuan dari pemeriksaan tahun sebelumnya dapat digunakan untuk melihat kecenderungan penyakit di suatu wilayah. Dengan demikian, intervensi kesehatan tidak dilakukan secara umum, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Menurut Sutjidra, pemanfaatan hasil pemeriksaan tersebut memungkinkan pemerintah menentukan prioritas penanganan berdasarkan penyakit yang paling banyak ditemukan. Jika suatu wilayah memiliki kecenderungan terhadap penyakit tertentu, program kesehatan dapat diarahkan untuk menangani persoalan tersebut. "Hasil yang ditemukan tahun lalu sudah barang tentu kita pakai untuk kegiatan atau program tahun berikutnya. Misalkan di daerah ini penyakit yang terbanyak adalah penyakit A, jadi kita programkan terapi untuk sakit A seperti itu. Jadi lebih terfokus dengan CKG ini," ujarnya pada Jumat 7 Agustus 2026.

Selain menjadi instrumen pemetaan penyakit, CKG juga mendorong pemerintah memperkuat pendekatan promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan. Pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang ketika sudah mengalami gangguan kesehatan. Upaya edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat juga terus didorong sebagai bagian dari pencegahan penyakit.

Sutjidra menilai pendekatan pencegahan menjadi penting karena persoalan kesehatan dapat ditangani lebih awal apabila faktor risikonya diketahui. Karena itu, hasil CKG diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan dan pencatatan kondisi kesehatan masyarakat. Data tersebut harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Di sisi lain, cakupan pelaksanaan CKG di Buleleng pada tahun kedua menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun pertama. Sutjidra menyebut cakupan yang sebelumnya berada di kisaran 21 persen kini telah mencapai sekitar 40 persen dari sasaran. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

Antusiasme masyarakat tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk terus memperluas jangkauan layanan CKG. Meski demikian, pemerintah masih perlu meningkatkan pelayanan dengan lebih aktif turun ke lapangan agar masyarakat yang belum terjangkau dapat mengikuti pemeriksaan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan deteksi dini dan pencegahan penyakit di Kabupaten Buleleng.

Pemerintah Kabupaten Buleleng selanjutnya akan menggunakan hasil CKG sebagai salah satu bahan dalam menyusun program kesehatan prioritas. Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan membuat promosi kesehatan, pencegahan, maupun penanganan penyakit menjadi lebih efektif. Dengan semakin luasnya cakupan pemeriksaan, pemerintah juga memiliki gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi kesehatan masyarakat di setiap wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....