Buleleng Genjot Pembentukan Desa Siaga TBC Demi Kejar Target Eliminasi 2030

  • 31 Jul 2026 20:30 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar rapat koordinasi pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC untuk meningkatkan penanganan tuberkulosis yang masih tertinggal dari target nasional.
  • Indonesia menempati posisi kedua di dunia dengan beban tuberkulosis tertinggi setelah India, berdasarkan Global TB Report WHO 2025.
  • Rapat melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor termasuk DPMD, P2KBP3A, Diskominfosanti, dan Bappeda untuk strategi penanganan TBC yang terkoordinasi.

RRI.CO.ID, Singaraja - Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Koordinasi Pembentukan Desa & Kelurahan Siaga TBC di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng. Langkah strategis ini ditempuh guna mendongkrak capaian indikator penanganan tuberkulosis yang masih di bawah target nasional.

Rapat koordinasi penting ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KBP3A), Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosanti), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buleleng.

Dalam arahannya saat membuka acara secara resmi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, memaparkan situasi genting penanganan TBC baik di tingkat global, nasional, maupun lokal. Ia menegaskan bahwa tuberkulosis hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan global yang mematikan.

"Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global hingga sekarang. Sebagai penyakit menular, TBC menjadi pembunuh yang paling mematikan di dunia. Berdasarkan Global TB Report WHO 2025, Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia setelah India," ujar Mertiasa di hadapan para peserta rapat.

WhatsApp Image 2026-07-30 at 13.28.36
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, memberikan arahan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng

Berdasarkan data Global TB Report WHO 2025, diestimasikan terdapat 1.080.000 kasus TBC baru setiap tahunnya di Indonesia dengan angka kematian mencapai 126.000 jiwa. Kondisi ini menempatkan Indonesia di posisi kedua dengan beban TBC tertinggi di dunia setelah India, serta menghadapi tantangan berat berupa Triple Burden (TBC Sensitif Obat/SO, TBC HIV, dan TBC Resisten Obat/RO).

Sebagai landasan operasional, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC. Regulasi ini mengatur strategi nasional eliminasi TBC melalui penguatan komitmen kepemimpinan mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, serta peningkatan peran serta komunitas dan multisektoral.

WhatsApp Image 2026-07-30 at 13.28.35
Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng bersama perwakilan perangkat daerah dan pemangku kepentingan berfoto bersama usai Rapat Koordinasi Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC

"Pembentukan desa siaga TBC menjadi salah satu gerakan nyata untuk mendukung upaya bersama dalam mencapai eliminasi TBC. Sehubungan hal tersebut, dalam rangka persiapan Pembentukan Desa & Kelurahan Siaga TBC di Kabupaten Buleleng, maka perlu dilaksanakan Rapat Koordinasi ini pada tahun 2026," ucap Mertiasa sebelum membuka acara secara resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....