Bukan Sekadar Tanaman Pagar, Ini Rahasia Nutrisi Melimpah Daun Pepaya Jepang
- 27 Jul 2026 06:27 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Di sudut-sudut pekarangan rumah warga, tanaman berdaun menjari dengan warna hijau pekat kerap dianggap sekadar tanaman hias atau pagar hidup. Namun, siapa sangka tanaman yang populer dengan sebutan daun pepaya jepang (Cnidoscolus aconitifolius) ini kini menarik perhatian berkat kandungan nutrisinya yang melimpah.
Meskipun menyandang nama pepaya jepang, secara botanis tanaman yang dikenal internasional sebagai Chaya atau Tree Spinach ini sebenarnya berasal dari Semenanjung Yucatán, Meksiko. Berbeda dari daun pepaya biasa, daun pepaya jepang memiliki cita rasa yang relatif manis, renyah, dan tidak pahit, sehingga kian digemari sebagai menu harian masyarakat Indonesia.
Berbagai literatur ilmiah dan platform kesehatan mencatat bahwa kerapatan gizi daun ini melampaui jenis sayuran hijau populer lainnya.
Dalam ulasan kesehatan resminya, platform Halodoc mencatat bahwa daun jepang atau daun pepaya jepang (Chaya) kaya akan protein, kalsium, zat besi, vitamin C, dan serat. Tanaman ini bermanfaat untuk mengatasi diabetes, mencegah anemia, dan melancarkan pencernaan.
Tak hanya itu, potensi daun ini dalam mengontrol kadar gula darah juga telah dibuktikan melalui berbagai riset akademis.
Oladeinde et al dalam publikasi riset farmakologinya mengenai potensi antidiabetes tanaman Chaya menuliskan bahwa berdasarkan Studi farmakologi, tanaman pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) kaya akan metabolit sekunder seperti saponin, flavonoid, fitat, glikosida sianogenik, dan terpenoid yang memberikan berbagai efek farmakologis, di antaranya sebagai antijamur, antioksidan, antidiabetes, mengatasi hiperkolesterolemia, memperbaiki kerusakan hati, serta menurunkan kadar asam urat.
Namun dibalik segudang manfaatnya, daun pepaya jepang tidak boleh dikonsumsi mentah sebagai lalapan. Daun segar tanaman ini mengandung senyawa cyanogenic glycosides (glikosida sianogenik), yaitu zat kimia yang dapat melepaskan racun asam sianida (hidrosianida) jika masuk ke dalam tubuh tanpa proses pemanasan.
Berdasarkan penelitian salah satunya oleh Putri Aulia Arza yang dipublikasikan dalam Jurnal Kesehatan Perintis, daun pepaya jepang segar tercatat mengandung racun sianida alami sebesar 76,35 ppm. Namun, riset tersebut mengonfirmasi bahwa proses perebusan yang benar dapat menetralkan racun ini secara total tanpa menghilangkan nutrisi pentingnya.
"Perebusan daun pepaya jepang selama 10 hingga 15 menit terbukti efektif merusak dan menguapkan senyawa glikosida sianogenik hingga berada di batas aman untuk dikonsumsi manusia," ungkap laporan penelitian tersebut.
Untuk mengolah daun pepaya jepang agar aman dan nutrisinya tetap terjaga, cuci daun di bawah air mengalir, rebus dalam air mendidih selama 10–15 menit dan gunakan panci berbahan stainless steel atau enamel. Hindari menggunakan panci aluminium karena dapat bereaksi dengan zat toksik selama proses pemanasan.
Dengan pengolahan yang tepat, sayuran hijau kaya nutrisi ini tak hanya lezat di lidah, tetapi juga menjadi opsi herbal yang aman untuk menjaga kesehatan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....