Digital Wellbeing Jadi Kunci Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Era Digital

  • 24 Jul 2026 07:20 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Penggunaan gawai dan media digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja. Meski menawarkan berbagai kemudahan dalam belajar, berkomunikasi, dan mencari informasi, penggunaan teknologi yang tidak terkendali juga dapat berdampak pada kesehatan mental. Karena itu, remaja perlu memahami pentingnya digital wellbeing atau kesejahteraan digital sebagai bekal menghadapi era serba digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Bagus Candra Wijaya dalam program Pos Jaga (Pengen Ngobrol Sambil Jaga Malam) bertajuk "Lepas Sejenak dari Gadget: Menjaga Kesehatan Mental Remaja di Era Digital" yang disiarkan Pro 2 RRI Singaraja pada Kamis, 23 Juli 2026. Menurutnya, digital wellbeing bukan berarti menjauhi teknologi, melainkan menggunakannya secara bijak dan seimbang.

"Digital Wellbeing adalah kondisi kesejahteraan mental dan fisik yang seimbang dalam menggunakan teknologi. Ini adalah tentang memiliki kontrol penuh atas teknologi, bukan sebaliknya," ujar Bagus Candra Wijaya.

Ia menjelaskan bahwa konsep digital wellbeing sangat penting diterapkan, terutama bagi remaja yang saat ini tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Dengan memiliki kesadaran dalam menggunakan gawai, remaja dapat memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti belajar, mengembangkan keterampilan, maupun memperluas wawasan.

"Konsep ini saya rasa penting bagi remaja karena membantu remaja menggunakan teknologi secara sadar (mindful consumption) untuk hal-hal produktif dan edukatif, bukan hanya konsumtif. Serta menjaga kesehatan mental dari paparan perundungan siber (cyberbullying), informasi palsu, maupun konten toksik," jelasnya.

Bagus menambahkan bahwa salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah memberikan waktu istirahat bagi diri sendiri dari penggunaan gawai. Mengurangi waktu menatap layar, memperbanyak interaksi secara langsung dengan keluarga maupun teman, serta meluangkan waktu untuk berolahraga atau menjalankan hobi dapat membantu menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan kehidupan nyata.

Melalui edukasi ini, masyarakat, khususnya para remaja, diharapkan semakin memahami bahwa teknologi merupakan alat yang seharusnya memudahkan kehidupan, bukan mengendalikan penggunanya. Dengan menerapkan digital wellbeing, remaja dapat menjaga kesehatan mental, menggunakan teknologi secara lebih bijaksana, serta menciptakan kebiasaan digital yang sehat dan produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....