Waspada Gigitan Ular, Pencegahan Lebih Baik daripada Mengobati
- 23 Jul 2026 06:23 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Kasus gigitan ular di Kabupaten Buleleng masih cukup sering ditemukan dan memerlukan peningkatan kewaspadaan masyarakat.
- Pencegahan melalui tindakan antisipasi dianggap jauh lebih efektif dibandingkan menangani risiko setelah terjadi gigitan ular.
- Masyarakat diminta untuk berhati-hati terutama saat beraktivitas di area kebun, sawah, dan lingkungan yang berpotensi menjadi habitat ular.
RRI.CO.ID, Singaraja - Kasus gigitan ular masih menjadi perhatian di Kabupaten Buleleng. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama saat beraktivitas di area kebun, sawah, maupun lingkungan yang berpotensi menjadi habitat ular. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan harus menghadapi risiko setelah terjadi gigitan.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Ni Made Ita Purba Yani dalam program Pos Jaga (Pengen Ngobrol Sambil Jaga Malam) Pro 2 RRI Singaraja pada Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, kasus gigitan ular masih cukup sering ditemukan di wilayah Buleleng sehingga kewaspadaan masyarakat perlu terus ditingkatkan.
"Berdasarkan laporan, hampir setiap hari di Buleleng terdapat laporan kejadian seseorang digigit ular," ujar dr. Ni Made Ita Purba Yani.
Melihat kondisi tersebut, dr. Ita menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Menjaga kebersihan lingkungan rumah menjadi salah satu cara efektif agar area tempat tinggal tidak menjadi persembunyian atau sarang ular. Selain itu, masyarakat yang bekerja di kebun maupun sawah dianjurkan menggunakan perlengkapan pelindung diri yang sesuai.
"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Alangkah lebih baiknya masyarakat menjaga kebersihan tempat tinggal jangan sampai jadi sarang ular dan ketika beraktivitas bertani atau berkebun gunakan sepatu safety. Selain itu yang paling penting ketika bertemu ular jangan coba-coba untuk menangkap atau membuatnya tidak nyaman karena pada dasarnya ular menyerang ketika dia terdesak," ucapnya.
Dia menambahkan bahwa sebagian besar ular tidak akan menyerang manusia apabila tidak merasa terganggu atau terancam. Oleh sebab itu, ketika menemukan ular di sekitar lingkungan, masyarakat disarankan untuk menjaga jarak, tidak melakukan tindakan yang dapat memancing agresivitas ular, serta menghubungi pihak yang berwenang atau petugas yang memiliki kemampuan menangani satwa liar apabila diperlukan.
Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gigitan ular. Menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan perlengkapan keselamatan saat beraktivitas di alam terbuka, serta tidak memprovokasi ular merupakan langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko terjadinya insiden dan menjaga keselamatan diri maupun orang di sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....