Cara Mengatasi 'Nomophobia', Ketakutan Berlebih saat Jauh dari Ponsel
- 15 Jun 2026 10:51 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Nomophobia atau no mobile phone phobia adalah fenomena kecemasan yang kini banyak dialami oleh generasi digital saat ini. Gejala ini ditandai dengan rasa panik, gelisah, bahkan marah ketika seseorang tidak membawa atau kehilangan akses ke ponsel.
Ketergantungan terhadap gawai yang berlebihan dapat mengganggu produktivitas pekerjaan serta menurunkan kualitas interaksi sosial secara nyata. Penting bagi kita untuk mengenali kapan penggunaan teknologi sudah mulai melampaui batas kewajaran harian.
Langkah untuk mengatasinya adalah dengan menetapkan aturan "bebas gawai" pada jam-jam tertentu, misalnya saat makan malam bersama keluarga. Mengisi waktu luang dengan hobi di luar dunia digital akan membantu pikiran tetap tenang dan jauh dari kecemasan.
Jangan membiarkan ponsel menjadi pusat kendali atas suasana hati Anda setiap hari. Belajarlah untuk hadir secara penuh di dunia nyata dan menikmati momen tanpa harus mendokumentasikannya ke media sosial secara terus-menerus.
Merujuk pada panduan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), kesehatan digital meliputi kemampuan kita dalam mengelola waktu penggunaan teknologi. Pengguna yang bijak tahu kapan harus meletakkan gawai demi menjaga kesehatan mental dan stabilitas emosional.
Jika rasa cemas berlebih sudah mulai mengganggu fungsi sosial, segera lakukan evaluasi dan pembatasan penggunaan aplikasi. Hidup terasa jauh lebih tenang dan bermakna ketika kita tidak selalu terikat pada layar kecil di tangan.
Mari mulai kurangi ketergantungan pada ponsel dan nikmati keindahan dunia nyata di sekitar kita. Keseimbangan hidup adalah kunci utama dalam menikmati kemajuan teknologi tanpa kehilangan jati diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....