Kenali Responsive Feeding, Cara Tepat Memahami Tanda Lapar dan Kenyang Bayi

  • 25 Mei 2026 10:29 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) kepada bayi bukan hanya soal memastikan si Kecil makan dengan cukup, tetapi juga memahami kapan ia lapar dan kapan sudah kenyang. Salah satu pendekatan yang kini banyak dianjurkan dalam pola makan bayi adalah responsive feeding atau pemberian makan yang responsif.

Responsive feeding merupakan cara memberikan makan bayi dengan memperhatikan sinyal alami yang ditunjukkan anak. Orang tua dianjurkan mulai memberi makan saat bayi menunjukkan tanda lapar dan menghentikan proses makan ketika bayi terlihat sudah kenyang. Pendekatan ini membantu bayi belajar mengenali kebutuhan tubuhnya sendiri sejak dini.

Meski bayi belum bisa mengungkapkan rasa lapar atau kenyang dengan kata-kata, mereka umumnya memiliki tanda-tanda khusus yang dapat dikenali orang tua. Bayi yang sudah memasuki masa MPASI biasanya menunjukkan rasa lapar dengan mencondongkan badan ke arah makanan, membuka mulut, menjulurkan lidah, atau tampak antusias saat melihat makanan.

Selain itu, bayi juga dapat memperlihatkan fokus pada makanan dengan terus mengikuti arah makanan bergerak. Dalam beberapa kondisi, tangisan juga bisa menjadi tanda lapar, biasanya dengan suara singkat, bernada rendah, lalu mengencang dan mereda secara bertahap.

Sebaliknya, bayi yang sudah kenyang biasanya mulai menunjukkan perubahan perilaku. Tanda-tandanya antara lain melepeh makanan, mendorong makanan menjauh dari mulut, sulit duduk tenang, hingga mudah terdistraksi oleh hal lain. Bayi juga dapat mengatupkan mulut saat disuapi, memalingkan kepala dari makanan, atau sekadar memainkan makanannya tanpa keinginan untuk makan lagi.

Penerapan responsive feeding dinilai penting karena membantu membangun kebiasaan makan sehat sejak dini. Sebagian orang tua mungkin masih memiliki anggapan bahwa anak harus makan dalam jumlah banyak agar tumbuh sehat dan kuat. Tidak sedikit pula yang khawatir anak akan sulit mencapai berat badan ideal apabila tidak dipaksa menghabiskan makanannya.

Padahal, memaksa anak makan melebihi kapasitas alami tubuhnya justru dapat menimbulkan dampak kurang baik. Kebiasaan menyuapi secara berlebihan meski anak sudah kenyang berisiko meningkatkan kemungkinan terjadinya kelebihan berat badan hingga obesitas sejak usia dini.

Dengan menerapkan responsive feeding, orang tua tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi si Kecil, tetapi juga mendukung pembentukan pola makan yang lebih sehat dan seimbang untuk tumbuh kembang anak di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....