Metode DRSABCD untuk Penanganan Korban Darurat

  • 21 Mei 2026 15:08 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Menghadapi situasi darurat di jalan raya maupun lingkungan sekitar memerlukan kesiapan masyarakat dalam memahami P3K. Hal ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk meminimalisir fatalitas (korban jiwa) dan memberikan peluang hidup lebih besar bagi korban kecelakaan.

Daud Puji Raharjo, Staf Pelayanan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng membagikan panduan penting mengenai tahapan umum Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Tujuannya untuk membekali masyarakat dengan langkah-langkah sistematis dalam menyelamatkan nyawa dan mencegah kondisi korban darurat agar tidak memburuk sebelum penanganan medis profesional tiba.

Melalui keterangan tertulis, Daud menekankan pentingnya memahami urutan metode DRSABCD sebagai acuan utama saat menghadapi situasi darurat, yaitu:

Danger (Bahaya): Mengamankan lokasi kejadian terlebih dahulu agar penolong dan korban tidak terancam oleh bahaya tambahan, seperti arus lalu lintas, kebakaran, atau aliran listrik.

Response (Respon): Memeriksa kesadaran korban secara cepat dengan cara memanggil atau menyentuh/menepuk bagian bahu. Melakukan pemeriksaan visual secara cepat untuk melihat apakah ada cairan tertentu yang keluar dari tubuh korban.

Send for Help (Minta Bantuan): Segera meminta bantuan orang lain di sekitar lokasi untuk menghubungi layanan darurat 119 atau memanggil ambulans sesegera mungkin.

Airway (Jalan Napas): Membuka dan memeriksa jalan napas korban dengan teknik mengangkat dagu dan menekan dahi.

Breathing (Pernapasan): Memeriksa apakah korban masih bernapas, dengan metode melihat pergerakan dada, mendengar suara napas, dan merasakan hembusan napas. Jika korban tidak bernapas, segera persiapkan tindakan lanjutan.

CPR (Peredaran Darah / RJP): Jika ditemukan korban tidak bernapas atau tidak ada denyut nadi, lakukan kompresi dada dan ventilasi buatan (Resusitasi Jantung Paru/RJP) sesuai dengan pelatihan yang telah didapatkan.

Defibrillation (AED): Jika perangkat Automated External Defibrillator (AED) yaitu perangkat medis portabel yang menganalisis irama jantung secara otomatis dan memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan detak jantung normal tersedia di sekitar lokasi, gunakan alat tersebut sesuai instruksi suara untuk membantu mengembalikan ritme jantung korban.

Selain itu, Daud juga mengingatkan beberapa hal penting yang wajib diperhatikan oleh penolong di lapangan:

1. Prioritas Keselamatan: Keselamatan diri penolong dan orang sekitar harus diutamakan sebelum mendekati korban.

2. Jangan Sembarang Memindahkan Korban: Kecuali dalam situasi yang sangat berbahaya (seperti ancaman kebakaran atau lalu lintas yang padat), korban sebaiknya tidak dipindahkan karena perpindahan yang salah berisiko memperparah cedera.

3. Kendalikan Perdarahan: Jika terjadi perdarahan luar, lakukan penekanan langsung (direct pressure), angkat bagian yang berdarah jika memungkinkan, dan balut luka secara rapi untuk mengurangi kehilangan darah.

4. Penanganan Patah Tulang/Cedera Tulang Belakang: Lakukan immobilisasi (meminimalkan pergerakan) pada bagian yang dicurigai patah dan biarkan petugas medis yang melakukan evakuasi.

5. Pendampingan Kontinu: Berikan pertolongan secara konsisten dan terus komunikasikan perkembangan kondisi korban serta tindakan yang telah dilakukan saat tim medis profesional tiba di lokasi kejadian.

Daud juga memberikan contoh aplikatif, jika masyarakat menemukan insiden kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan situasi aman dari kendaraan lain (Danger).

Selanjutnya, cek respon pengendara (Response), minta warga sekitar menelepon ambulans (Send for Help), periksa jalur napas (Airway) serta ritme pernapasannya (Breathing), dan manfaatkan alat AED jika fasilitas tersebut tersedia di area terdekat. Dengan memahami metode DRSABCD Daud berharap masyarakat luas dapat lebih responsif, tenang, dan tidak salah langkah dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....