Tanaman Herbal yang Dipercaya Membantu Mengontrol Diabetes

  • 19 Mei 2026 14:06 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja — Penggunaan obat herbal untuk membantu mengontrol diabetes masih banyak diminati masyarakat, khususnya penderita diabetes tipe 2. Meski demikian, penggunaan herbal sebaiknya hanya menjadi pendukung pengelolaan gula darah dan bukan pengganti obat dari dokter.

Dikutip dari berbagai sumber seperti Hellosehat.com dan sejumlah artikel kesehatan, beberapa tanaman herbal diketahui memiliki kandungan yang berpotensi membantu menurunkan kadar gula darah. Namun, penggunaannya tetap perlu dikonsultasikan kepada dokter atau ahli gizi karena dapat berinteraksi dengan obat medis dan memicu gula darah turun terlalu rendah.

Salah satu tanaman herbal yang populer adalah kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Tanaman ini dipercaya membantu menurunkan gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, sekaligus bersifat diuretik yang membantu fungsi ginjal. Daunnya biasanya dikonsumsi dalam bentuk teh herbal.

Selain itu, kunyit (Curcuma longa) juga dikenal memiliki manfaat bagi penderita diabetes. Kandungan kurkumin di dalamnya disebut dapat membantu menurunkan gula darah puasa dan HbA1c (Hemoglobin A1c), sekaligus berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan.

Kayu manis juga sering dimanfaatkan untuk membantu mengontrol gula darah. Rempah ini dipercaya dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu menurunkan kadar gula darah jika dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Sementara itu, pare menjadi salah satu tanaman yang cukup populer di Indonesia untuk membantu penderita diabetes. Pare mengandung senyawa yang bekerja menyerupai insulin dan dapat membantu menghambat penyerapan gula dalam tubuh.

Tanaman herbal lain yang juga kerap digunakan adalah sambiloto (Andrographis paniculata). Kandungan andrographolide di dalamnya dipercaya membantu menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan kerja GLUT4 (Glucose Transporter Type 4) yang berperan dalam metabolisme gula.

Jahe pun turut disebut memiliki manfaat dalam membantu mengontrol diabetes. Selain membantu menurunkan gula darah puasa dan HbA1c, jahe juga dapat membantu mengatur metabolisme karbohidrat.

Beberapa tanaman lain seperti daun sirsak, bawang putih, daun salam, daun kelor, lidah buaya, dan brotowali juga sering digunakan secara tradisional oleh masyarakat untuk membantu menjaga kestabilan gula darah.

Meski demikian, penggunaan herbal harus dilakukan secara bijak. Masyarakat disarankan memulai dari dosis kecil, memantau gula darah secara rutin, serta memilih produk herbal yang telah terdaftar di BPOM untuk menghindari risiko kontaminasi.

Pola hidup sehat seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan mengikuti pengobatan medis tetap menjadi langkah utama dalam pengelolaan diabetes.

Herbal tidak dapat menyembuhkan diabetes sepenuhnya. Jika kadar gula darah tidak terkontrol atau muncul keluhan serius, penderita disarankan segera berkonsultasi ke dokter.

(RRI/Dewa Arta)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....