Kumis Kucing, Tanaman Herbal yang Banyak Dimanfaatkan untuk Kesehatan
- 19 Mei 2026 14:03 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja — Tanaman kumis kucing menjadi salah satu tanaman herbal yang cukup populer di Indonesia. Tanaman dengan nama ilmiah Orthosiphon aristatus ini dikenal luas sebagai tanaman obat keluarga (TOGA) sekaligus tanaman hias pekarangan karena bentuk bunganya yang unik.
Kumis kucing termasuk dalam famili Lamiaceae atau suku mint-mintan. Tanaman ini tumbuh berupa semak tegak dengan tinggi sekitar 0,5 hingga 2 meter. Batangnya berbentuk segi empat, beralur, dan memiliki daun hijau tua dengan tepi bergerigi serta ujung runcing.
Ciri khas utama tanaman ini terdapat pada bunganya yang berwarna putih keunguan dengan benang sari panjang menjulur keluar menyerupai kumis kucing. Karena bentuk tersebut, tanaman ini juga dikenal dengan nama “cat’s whiskers” atau “Java tea” dalam bahasa Inggris.
Kumis kucing merupakan tanaman asli Indonesia dan kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura. Tanaman ini dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut serta menyukai tanah lembap dan area yang agak teduh.
Selain dikenal sebagai tanaman hias, kumis kucing juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Tanaman ini mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, triterpenoid, fenolik, saponin, dan kalium yang dipercaya baik untuk tubuh.
Kumis kucing dikenal sebagai diuretik alami yang membantu melancarkan buang air kecil dan menjaga kesehatan ginjal. Tanaman ini juga sering dimanfaatkan untuk membantu mengatasi infeksi saluran kemih, batu ginjal, edema, hingga membantu menurunkan kadar asam urat, gula darah, dan tekanan darah.
Selain itu, kumis kucing memiliki sifat antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, dan antijamur. Dalam pengobatan tradisional, tanaman ini kerap digunakan untuk membantu mengatasi batuk, masuk angin, gangguan pencernaan, hingga rematik.
Daunnya biasanya dikeringkan dan diseduh menjadi teh herbal yang dikenal sebagai “Java tea”. Tanaman ini juga cukup mudah dibudidayakan melalui stek batang sehingga cocok ditanam di pekarangan rumah.
Meski memiliki banyak manfaat, konsumsi kumis kucing secara rutin tetap perlu memperhatikan anjuran tenaga kesehatan, terutama bagi penderita penyakit kronis atau yang sedang mengonsumsi obat tertentu. Konsumsi berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan elektrolit tubuh karena efek diuretiknya.
(RRI/Dewa Arta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....