Video Pendek di Media Sosial Picu Attention Span Menurun

  • 14 Mei 2026 21:47 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perkembangan media sosial yang semakin pesat dinilai memengaruhi kemampuan fokus atau attention span pada remaja. Kebiasaan menonton video berdurasi pendek secara terus-menerus disebut menjadi salah satu pemicu menurunnya konsentrasi dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan oleh akademisi sekaligus psikolog, Cokorda Tesya Kirana, M.Psi, Psikolog dalam program Pos Jaga Ngobrol Bareng Psikolog Pro 2 RRI Singaraja, Kamis 14 Mei 2026.

Attention span sendiri merupakan kemampuan seseorang untuk mempertahankan fokus terhadap suatu hal dalam jangka waktu tertentu. Di era media sosial saat ini, banyak remaja terbiasa menerima informasi secara cepat dan singkat melalui konten video pendek yang terus berganti dalam hitungan detik. Akibatnya, otak menjadi lebih mudah terdistraksi dan sulit mempertahankan konsentrasi dalam waktu lama, terutama saat belajar, membaca, atau mengerjakan tugas.

“Salah satu pemicu terjadinya attention span adalah seringnya kita menonton video-video durasi pendek di media sosial,” ujar Cokorda Tesya Kirana.

Fenomena ini dinilai semakin sering terjadi pada generasi muda karena penggunaan gadget dan media sosial sudah menjadi bagian dari aktivitas harian. Tidak sedikit remaja yang merasa cepat bosan, sulit fokus, hingga terus-menerus ingin membuka media sosial meskipun sedang belajar atau melakukan aktivitas penting lainnya. Cokorda Tesya Kirana juga menjelaskan bahwa kemampuan fokus sebenarnya dapat dilatih kembali melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Solusi untuk melatih kembali fokus adalah detox digital dan membiasakan diri untuk fokus mengerjakan satu hal tanpa terdistraksi hal lain,” katanya.

Digital detox dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan media sosial secara bertahap, membatasi waktu screen time, hingga memberi jeda penggunaan gadget dalam beberapa waktu tertentu. Selain itu, membiasakan diri mengerjakan satu aktivitas tanpa membuka aplikasi lain juga dinilai efektif membantu otak kembali terbiasa berkonsentrasi lebih lama. Di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, remaja diharapkan lebih bijak dalam menggunakan media sosial agar kesehatan mental dan kemampuan fokus tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....