Dedikasi Kadek Alit sebagai Terapis Refleksi
- 05 Mei 2026 13:40 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Pijat refleksi (reflexology) kini bukan lagi dipandang sebagai pengobatan tradisional kuno. Di tengah hiruk-pikuk rutinitas, layanan ini telah bergeser menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup sehat masyarakat modern.
Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk melepas kelelahan fisik. Lebih dari itu, pijat refleksi dipercaya mampu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, mulai dari membantu penderita insomnia, melancarkan sirkulasi darah, hingga meredakan migrain.
Meski terlihat sederhana, teknik ini menuntut ketelatenan dan keahlian tinggi. Hal inilah yang ditekankan oleh Kadek Alit saat mengenang masa-masa awal ia terjun sebagai terapis refleksi.
"Saya dilatih intensif selama kurang lebih dua minggu sebelum akhirnya benar-benar dilepas untuk menangani pelanggan sendiri," ujar Kadek Alit disela-sela aktivitasnya melakukan terapi, Selasa 5 Mei 2026.
Langkah Kadek di dunia terapi dimulai pada tahun 2011. Bukan karena kebetulan, melainkan karena merasakan betapa sulitnya mencari lapangan pekerjaan saat itu. Ia akhirnya terinspirasi oleh jejak sang kakak yang sudah lebih dulu berkecimpung menjadi terapis.
Memulai karier di Denpasar, Kadek terbiasa menghadapi berbagai macam karakter pelanggan, mulai dari warga lokal hingga wisatawan mancanegara. Pengalaman di pusat pariwisata tersebut mengasah kemampuannya memahami keluhan fisik yang beragam dari berbagai latar belakang. Kadek menjelaskan bahwa reaksi tubuh setiap orang berbeda-beda terhadap tekanan pijatan.
"Kadang ada klien yang memiliki kulit sangat sensitif. Setelah dipijat, muncul lebam biru atau kemerahan di area tertentu. Namun, klien tidak perlu khawatir karena itu adalah reaksi alami kulit dan akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari," katanya.
Pasca pandemi Covid-19, Kadek Alit memutuskan untuk pindah ke Singaraja. Meski berpindah tempat, Ia tetap melakoni profesinya sebagai terapis refleksi. Dalam sehari, ia rata-rata melayani lima sampai enam pelanggan yang ingin memulihkan kebugaran tubuh.
Ia selalu menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara klien dan terapis sebelum terapi dimulai. Klien disarankan untuk berterus terang jika sedang menderita atau memiliki riwayat penyakit seperti asam urat.
Dari tahun 2011 hingga sekarang, Kadek Alit telah membuktikan bahwa sebuah profesi jika ditekuni dengan konsistensi dapat bertahan ditengah krisis ekonomi dan kesehatan global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....