Kasus DBD Buleleng Meningkat, Warga Diminta Perkuat Pencegahan

  • 01 Mei 2026 12:31 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng menunjukkan tren peningkatan sepanjang awal tahun 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor cuaca serta lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk.

Dokter umum RS BaliMed Buleleng, dr. Ryu Han Dhamma, saat Dialog Pro 1 RRI Singaraja, Jum'at, 1 Mei 2026 mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah kasus DBD terus bertambah dalam beberapa bulan terakhir.

“Dari awal tahun 2026 sampai awal April tercatat 109 kasus, dan meningkat menjadi sekitar 120 kasus pada akhir April. Ini menunjukkan adanya kenaikan. ujar dr. Ryu Han Dhamma, saat Dialog Pro 1 RRI Singaraja, Jum'at, 1 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa musim hujan menjadi salah satu faktor utama peningkatan kasus, karena banyaknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Selain itu, keterlambatan penanganan juga masih menjadi masalah yang sering terjadi di masyarakat, khususnya pada anak-anak.

“Kesalahan yang sering terjadi adalah keterlambatan penanganan. Banyak yang mengira sudah sembuh saat demam turun, padahal justru bisa masuk fase kritis,”kata dr. Ryu Han Dhamma

Untuk mencegah penyebaran DBD, masyarakat diimbau menerapkan gerakan 3M, yaitu menguras dan menyikat tempat penampungan air, menutup wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

Ia juga menekankan pentingnya peran lingkungan dan kewaspadaan keluarga dalam mendeteksi gejala sejak dini, guna mencegah kondisi yang lebih serius.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....