Waspadai Penyakit DBD, Kenali Gejala dan Penanganannya
- 01 Mei 2026 12:21 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama di wilayah Bali. Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat melalui gigitan nyamuk dan berpotensi fatal jika tidak ditangani secara tepat.
Dokter umum RS BaliMed Buleleng, dr. Ryu Han Dhamma dalam Dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Singaraja, Jum'at, 1 Mei 2026 menjelaskan bahwa DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
“DBD adalah suatu penyakit infeksi dari virus, bukan bakteri. Virus dengue ini menyebar melalui gigitan nyamuk, khususnya yang memiliki ciri hitam dengan garis putih,” kata dr. Ryu dalam Dialog Pro 1 RRI Singaraja, Jum'at, 1 Mei 2026.
Ia menambahkan, masyarakat perlu waspada terhadap gejala awal yang kerap dianggap sepele, seperti demam yang berlangsung lebih dari tiga hari. Selain itu, gejala lain seperti nyeri di belakang mata, mual, muntah, hingga muncul ruam merah pada kulit juga perlu diperhatikan.
Menurutnya, langkah awal penanganan yang dapat dilakukan di rumah adalah mencukupi kebutuhan cairan tubuh serta mengonsumsi obat penurun panas seperti paracetamol. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat menghindari penggunaan obat jenis tertentu seperti ibuprofen dan golongan sejenisnya, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan pada penderita DBD.
“Yang paling penting adalah mencukupi kebutuhan cairan harian. Untuk obat penurun panas, disarankan menggunakan paracetamol, sedangkan obat seperti ibuprofen tidak dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko perdarahan,” ujar dr. Ryu menambahkan.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya seperti muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, atau penurunan kesadaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....