Bukan Kesambet, Ini Penjelasan Ilmiah Refleks Moro pada Bayi

  • 30 Apr 2026 08:57 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Masih banyak orang tua yang mengira gerakan bayi yang tiba-tiba seperti terkejut, tangan terangkat, lalu menangis sebagai sesuatu yang mistis atau “kesambet”. Padahal, kondisi tersebut merupakan hal yang sangat normal dalam dunia medis dan dikenal sebagai refleks Moro. Refleks ini adalah respons alami bayi terhadap rangsangan mendadak, seperti suara keras, perubahan posisi, atau sensasi jatuh.

Refleks Moro biasanya terlihat ketika bayi tiba-tiba merentangkan kedua tangan dan kakinya, kemudian menariknya kembali sambil menangis. Gerakan ini merupakan bagian dari sistem saraf yang masih berkembang. Refleks ini sudah ada sejak bayi lahir dan menjadi tanda bahwa saraf serta otak bayi berfungsi dengan baik.

Secara umum, refleks Moro akan mulai berkurang saat bayi berusia sekitar 3 hingga 4 bulan, dan biasanya menghilang sepenuhnya pada usia 5 hingga 6 bulan. Jika refleks ini tidak muncul sejak lahir atau justru bertahan terlalu lama, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis karena bisa menjadi tanda adanya gangguan perkembangan.

Meskipun terlihat membuat orang tua khawatir, refleks Moro sebenarnya tidak berbahaya. Namun, untuk membantu bayi merasa lebih nyaman, orang tua bisa menggendong bayi dengan lembut, membedong dengan benar, atau menghindari suara keras dan gerakan tiba-tiba di sekitar bayi.

Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa setiap gerakan bayi memiliki penjelasan ilmiah. Dengan pengetahuan yang tepat, kekhawatiran berlebihan akibat mitos dapat dihindari. Jadi, saat bayi menunjukkan gerakan seperti kaget mendadak, tidak perlu panik—itu hanyalah refleks alami yang menjadi bagian dari proses tumbuh kembangnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....