Si Kecil Tak Mau Ditinggal? Kenali Separation Anxiety pada Bayi dan Cara Menghadapi
- 24 Apr 2026 08:30 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Fase bayi tidak mau ditinggal atau separation anxiety sering membuat orang tua khawatir. Padahal, kondisi ini merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang anak. Separation anxiety adalah perasaan sedih, cemas, gelisah, atau takut yang dialami bayi ketika harus berpisah dari orang tua atau pengasuhnya. Tidak heran jika pada fase ini bayi menjadi lebih manja dan sulit ditenangkan saat ditinggal.
Biasanya, separation anxiety mulai muncul ketika bayi berusia sekitar 4 hingga 5 bulan, saat mereka mulai memahami keberadaan orang dan benda di sekitarnya. Karena belum mengerti konsep waktu, bayi bisa mengira bahwa orang tua yang keluar dari pandangannya tidak akan kembali. Kondisi ini dapat lebih sering terjadi pada bayi yang jarang berpisah dari orang tua atau hanya terbiasa dengan satu pengasuh saja.
Fase ini umumnya mencapai puncaknya pada usia 9 hingga 18 bulan. Pada periode tersebut, bayi bisa menangis keras, berteriak, bahkan sulit ditenangkan saat orang tua pergi. Kondisi ini juga bisa semakin intens ketika bayi sedang lapar, lelah, atau tidak enak badan. Seiring bertambahnya usia, biasanya sekitar 3 tahun, anak mulai lebih mampu memahami situasi dan beradaptasi, meski sesekali masih menunjukkan kecemasan saat berpisah.
Ada beberapa faktor yang dapat memicu atau memperkuat separation anxiety, seperti perubahan lingkungan baru, kehadiran saudara baru, pergantian pengasuh, atau bahkan kondisi emosional orang tua yang dirasakan oleh bayi. Selain itu, bayi yang sedang sakit, lapar, atau kelelahan juga cenderung lebih sensitif terhadap perpisahan.
Gejala separation anxiety pada bayi bisa terlihat jelas, seperti menangis histeris saat ditinggal, tidak mau tidur tanpa orang tua di dekatnya, sering terbangun di malam hari sambil mencari orang tua, hingga menunjukkan ketakutan pada orang asing. Beberapa bayi juga menunjukkan preferensi kuat hanya pada satu orang tertentu dan menolak berinteraksi dengan orang lain.
Meski terlihat melelahkan, orang tua tidak perlu terlalu khawatir. Separation anxiety adalah tanda bahwa bayi memiliki ikatan emosional yang kuat dengan orang tuanya. Dengan pendekatan yang tepat, seperti memberi rasa aman, berpamitan dengan lembut, dan membiasakan perpisahan secara bertahap, fase ini akan terlewati dengan baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....