Ancaman Silent Killer Bagi Pekerja Kantoran akibat Terlalu Lama Duduk

  • 23 Apr 2026 08:29 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Duduk diam di depan meja kerja selama lebih dari delapan jam sehari ternyata menyimpan risiko kesehatan serius yang sering diabaikan oleh banyak orang. Kebiasaan ini dapat memperlambat metabolisme tubuh dan memicu penumpukan lemak jahat di area perut serta pembuluh darah utama.

Berdasarkan peringatan dari Kementerian Kesehatan RI, perilaku sedenter atau kurang gerak menjadi pemicu utama meningkatnya kasus diabetes tipe dua di usia muda. Aliran darah yang tidak lancar akibat posisi duduk statis juga berpotensi menyebabkan pembengkakan pada area kaki dan varises.

Solusi praktis yang ditawarkan adalah dengan melakukan jeda berdiri atau berjalan singkat setiap enam puluh menit sekali selama waktu bekerja. Langkah kecil ini sangat krusial untuk mengaktifkan kembali otot-otot besar dan membantu membakar kalori yang tersimpan di dalam tubuh.

Selain dampak fisik, duduk terlalu lama tanpa jeda juga dilaporkan dapat menurunkan tingkat oksigen ke otak yang memicu rasa kantuk berlebih. Fokus kerja akan menurun secara drastis jika sirkulasi udara dan darah di dalam tubuh tidak berjalan dengan maksimal secara alami.

Penggunaan kursi ergonomis memang membantu, namun tidak bisa menggantikan manfaat dari gerakan fisik yang nyata seperti peregangan otot. Cobalah untuk mengambil posisi berdiri saat menerima telepon atau berjalan menuju meja rekan kerja dibandingkan mengirim pesan singkat.

Masyarakat dihimbau untuk lebih sadar akan pentingnya mobilitas di tengah gempuran pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi di depan layar monitor. Investasi kesehatan paling murah adalah dengan memberikan hak tubuh untuk bergerak secara dinamis di sela-sela kesibukan profesional.

Data dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) menekankan bahwa aktif bergerak adalah kunci umur panjang dan kualitas hidup yang prima. Mari lawan gaya hidup malas gerak demi menjaga fungsi organ vital tetap bekerja optimal hingga usia senja nanti.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....