Waspada Bali Belly, Ancaman Wisatawan saat Liburan
- 17 Apr 2026 15:06 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Istilah Bali Belly kerap terdengar di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. Kondisi ini merujuk pada gangguan pencernaan yang umumnya dialami turis, ditandai dengan diare, mual, muntah, hingga kram perut.
Meski terdengar sepele, Bali Belly dapat mengganggu kenyamanan liburan jika tidak ditangani dengan tepat. Dikutip dari berbagai sumber, Bali Belly bukanlah penyakit khusus, melainkan istilah populer untuk infeksi saluran pencernaan akibat konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit.
Beberapa penyebab umum di antaranya adalah air yang tidak steril, makanan kurang matang, serta kebersihan tangan yang kurang terjaga. Gejala Bali Belly biasanya muncul dalam waktu 6 hingga 24 jam setelah terpapar.
Selain diare, penderita juga dapat mengalami demam ringan, perut kembung, hingga tubuh terasa lemas. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa memburuk jika tidak segera mendapatkan penanganan, terutama pada anak-anak dan lansia.
Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali, kesadaran terhadap Bali Belly menjadi penting. Edukasi mengenai pola hidup sehat dan kebersihan diharapkan mampu menekan risiko gangguan pencernaan ini, sehingga wisatawan dapat menikmati liburan dengan aman dan nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....