Waspada! Ini Tanda-Tanda Bayi Kekurangan ASI yang Perlu Diketahui Ibu
- 17 Apr 2026 11:10 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kecukupan ASI menjadi faktor penting dalam menunjang kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Namun, tidak semua ibu dapat dengan mudah mengetahui apakah si Kecil sudah mendapatkan asupan ASI yang cukup, terutama saat menyusui secara langsung. Perbedaan produksi ASI pada setiap ibu serta sulitnya mengukur volume yang diminum bayi seringkali menimbulkan kekhawatiran.
Para ahli menyarankan agar orang tua lebih peka terhadap tanda-tanda tertentu yang dapat mengindikasikan bayi kekurangan ASI. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak pada pertumbuhan hingga kesehatan bayi secara keseluruhan.
Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah frekuensi buang air kecil. Pada bayi berusia lebih dari lima hari, normalnya buang air kecil terjadi sekitar 6–8 kali sehari. Jika frekuensinya kurang dari itu, bisa menjadi indikasi bahwa bayi tidak mendapatkan cukup cairan dari ASI.
Selain itu, berat badan bayi juga menjadi indikator penting. Setelah mengalami penurunan di awal kelahiran, berat badan bayi seharusnya mulai naik kembali setelah hari ke-5 dan kembali ke berat lahir sekitar hari ke-10. Jika hal ini tidak terjadi, orang tua perlu waspada dan mempertimbangkan konsultasi dengan tenaga medis.
Tanda lain yang sering terjadi adalah durasi menyusu yang tidak efektif. Bayi yang menyusu terlalu singkat atau justru terlalu lama tanpa terlihat puas bisa jadi mengalami masalah dalam mendapatkan ASI. Hal ini bisa disebabkan oleh pelekatan yang kurang tepat sehingga bayi tidak dapat mengisap ASI secara optimal.
Ibu juga perlu memperhatikan apakah bayi benar-benar menelan ASI saat menyusu. Bayi yang mendapatkan cukup ASI biasanya menunjukkan pola hisapan yang berubah dari cepat menjadi lebih lambat disertai suara menelan. Jika tidak ada perubahan pola tersebut, bisa jadi aliran ASI tidak mencukupi.
Perubahan kondisi fisik bayi juga dapat menjadi tanda peringatan. Misalnya, kulit bayi yang tetap tampak kuning lebih dari dua minggu, mulut dan mata yang terlihat kering, hingga urine yang berwarna pekat seperti merah bata setelah hari kelima. Kondisi-kondisi ini dapat mengindikasikan dehidrasi atau kurangnya asupan ASI.
Para orang tua diimbau untuk tidak ragu mencari bantuan profesional jika menemukan tanda-tanda tersebut. Konsultasi dengan dokter anak atau ahli laktasi dapat membantu memastikan bayi mendapatkan asupan nutrisi yang optimal.
Dengan mengenali tanda-tanda sejak dini, ibu dapat mengambil langkah cepat dan tepat untuk memastikan si Kecil tumbuh sehat dan berkembang dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....