Kasus Penyakit Pes Perlu Diwaspadai, Ini Penjelasan Medisnya

  • 14 Apr 2026 13:58 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Penyakit pes atau plague merupakan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis dan dapat menular dari hewan ke manusia. Meski saat ini belum ada laporan kasus baru di Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan karena penyakit ini berpotensi menimbulkan wabah.

Mengutip laman kesehatan Alodokter, pes termasuk dalam kategori zoonosis, yaitu penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Penularan umumnya terjadi melalui gigitan kutu yang sebelumnya mengisap darah hewan terinfeksi, seperti tikus. Selain itu, kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi juga dapat menjadi sumber penularan.

Dalam beberapa kasus, khususnya jenis pneumonic plague, penularan bahkan dapat terjadi antar manusia melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.

Di Indonesia sendiri, beberapa wilayah pernah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) pes, di antaranya Kabupaten Pasuruan, Boyolali, Sleman, dan Bandung. Oleh karena itu, pemantauan di daerah tersebut masih terus dilakukan.

Secara medis, penyakit pes terbagi menjadi tiga jenis utama. Pertama, bubonic plague yang menyerang sistem limfatik dan ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Kedua, septicemic plague yang menyerang aliran darah dan dapat berkembang cepat hingga menyebabkan kondisi fatal. Ketiga, pneumonic plague yang menyerang paru-paru dan merupakan jenis paling berbahaya karena mudah menular.

Gejala penyakit pes dapat bervariasi tergantung jenisnya, namun umumnya meliputi demam tinggi, menggigil, lemas, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan. Pada kasus tertentu, gejala bisa berkembang dengan cepat dan menyebabkan komplikasi serius seperti sepsis, gangrene, hingga kematian jika tidak segera ditangani.

Penanganan penyakit pes dilakukan dengan pemberian antibiotik dosis tinggi, seperti ciprofloxacin, doxycycline, dan gentamicin. Selain itu, pasien juga dapat memerlukan perawatan suportif seperti infus cairan dan bantuan oksigen.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan hewan liar atau hewan yang sakit, serta memastikan hewan peliharaan bebas dari kutu. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, terutama setelah kontak dengan hewan berisiko, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, penyakit pes dapat disembuhkan. Namun, kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....