Pesona Dewandaru: Buah Surga yang Sarat Makna dan Manfaat
- 14 Apr 2026 07:48 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Tanaman dewandaru (nama ilmiah: Eugenia uniflora) adalah pohon atau semak kecil dari keluarga Myrtaceae (keluarga jambu-jambuan). Ia dikenal juga dengan nama ceri Suriname, ceri Brasil, pitanga, ceremai Belanda, atau asam selong di berbagai daerah Indonesia.
Tanaman ini berasal dari Amerika Selatan (khususnya Suriname, Brasil, dan sekitarnya), tapi sudah banyak dibudidayakan dan tumbuh liar di Indonesia, termasuk di pekarangan rumah, pegunungan seperti Gunung Kawi, atau daerah tropis lainnya. Di masyarakat Indonesia, dewandaru sering dianggap sebagai tanaman “suci” atau pembawa rezeki karena mitos dan kepercayaan lokal.
Ciri-ciri Tanaman Dewandaru
-Bentuk tanaman: Pohon kecil atau semak besar yang bisa tumbuh hingga 5–7 meter (bahkan lebih). Cabang ramping dan menyebar, batang halus dengan kulit yang mudah mengelupas.
-Daun: Berbentuk oval atau bulat telur terbalik (sungsang), ujung tumpul, permukaan halus dan mengkilap. Daun muda berwarna cokelat kemerahan, daun tua hijau tua.
-Bunga: Kecil, berwarna krem keputihan, berdiameter sekitar 1 cm, biasanya muncul di ketiak daun.
-Buah: Kecil, bulat atau berbentuk seperti labu mini dengan 8–10 rusuk/lekukan dangkal. Saat matang berwarna merah cerah (ada juga varietas oranye atau hitam langka). Rasa buahnya manis-asam yang segar, mirip campuran ceri dan jambu. Buah mengandung biji tunggal yang keras.
-Habitat: Tumbuh subur di iklim tropis hingga subtropis, tahan panas, dan bisa ditanam di tanah biasa dengan sinar matahari cukup. Mudah beradaptasi di Indonesia.
Buah dewandaru biasanya dimakan segar, dibuat jus, selai, atau sebagai campuran makanan.
Dikutip dari Hellosehat.com, kandungan Nutrisi dan Kimia Buah dewandaru kaya akan:
-Vitamin C (tinggi, baik untuk daya tahan tubuh)
-Vitamin A, beta-karoten, dan karotenoid
-Protein, kalsium, kalium, magnesium, fosfor, besi
-Antioksidan (flavonoid, fenolik, dan senyawa tanaman lain)
-Daunnya mengandung senyawa antioksidan, antiradang, dan antibakteri.
Manfaat Tradisional dan Potensi Kesehatan
Dalam pengobatan tradisional Indonesia dan Brasil, berbagai bagian tanaman dewandaru (terutama daun dan buah) dimanfaatkan untuk:
-Meningkatkan kekebalan tubuh — Berkat kandungan vitamin C dan antioksidan yang tinggi.
-Menurunkan tekanan darah (hipertensi) — Rebusan daun sering digunakan.
-Mengatasi masalah pencernaan — Seperti diare, membantu melancarkan pencernaan.
-Meredakan demam dan panas tubuh — Daun atau buah dipercaya menurunkan suhu tubuh.
-Antiinflamasi — Untuk rematik, asam urat, dan nyeri sendi.
-Kesehatan kulit — Berpotensi mengatasi infeksi kulit berkat sifat antibakteri dan antioksidan.
-Lainnya — Mengurangi kolesterol, mendukung fungsi paru-paru, memberikan energi tambahan, dan beberapa klaim untuk mengendalikan gula darah (diabetes) meski bukti masih terbatas.
Penelitian ilmiah mendukung potensi antioksidan kuat, antimikroba, dan efek hipotensif (menurunkan tekanan darah) dari ekstrak daun dan buahnya. Namun, banyak manfaat masih berdasarkan penggunaan tradisional dan studi awal; diperlukan penelitian klinis lebih lanjut.
Catatan Penting
Dewandaru umumnya aman dikonsumsi sebagai buah segar dalam jumlah wajar. Tapi seperti tanaman obat lainnya:
-Konsumsi berlebihan bisa menyebabkan gangguan pencernaan.
-Penggunaan daun atau rebusan untuk pengobatan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter atau ahli herbal, terutama bagi ibu hamil, menyusui, atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
-Jangan gunakan sebagai pengganti obat medis tanpa pengawasan.
-Tanaman ini juga indah sebagai tanaman hias atau pelindung pekarangan karena daunnya rimbun dan buahnya yang menarik. (RRI/Dewa Arta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....