Tim Vaksinasi Dikerahkan, Kasus Rabies Jembrana Dikendalikan
- 31 Mar 2026 12:18 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Negara - Kasus rabies di Kabupaten Jembrana masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hingga akhir Maret, tercatat sebanyak 15 kasus positif, dengan sebaran terbanyak berada di Kecamatan Mendoyo yang kini berstatus zona merah.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, Selasa 31 Maret 2026 mengatakan peningkatan kasus mendorong percepatan penanganan di lapangan. Salah satunya dengan membentuk tim khusus vaksinasi.
“Untuk menekan penyebaran rabies, kami telah membentuk sembilan tim vaksinasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tim tersebut terdiri dari empat tim non-ASN dan lima tim ASN. Seluruh tim akan diterjunkan dalam program vaksinasi massal yang dijadwalkan mulai pekan ketiga April.
Tahap awal, vaksinasi difokuskan pada wilayah zona merah, khususnya Kecamatan Mendoyo. Selanjutnya, kegiatan akan diperluas ke desa-desa lain yang memiliki potensi tinggi penularan rabies di wilayah Jembrana.
Upaya vaksinasi massal ini diharapkan mampu menekan angka kasus yang masih tergolong tinggi. Menurutnya, keberhasilan pengendalian rabies tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, terutama dalam memastikan hewan peliharaan divaksin.
Sebagai bahan evaluasi, pada tahun 2025 kasus rabies di Jembrana tercatat lebih rendah dibandingkan tahun ini. Data tersebut menjadi dasar penguatan strategi penanganan pada 2026 agar penyebaran dapat ditekan lebih optimal.
“Target kami memutus rantai penularan rabies dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit ini,” katanya.
Sepanjang 2025, total kasus positif rabies pada hewan penular rabies (HPR), seperti anjing dan kucing, mencapai 116 kasus dari Januari hingga Desember. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 54 kasus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....