Telur Puyuh untuk MPASI? Cek manfaatnya!
- 12 Mar 2026 07:32 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Manfaat telur puyuh untuk MPASI (Makanan Pendamping ASI) cukup banyak dan sangat mendukung tumbuh kembang bayi mulai usia 6 bulan ke atas. Telur puyuh dianggap sebagai sumber protein hewani yang praktis, bergizi padat, dan mudah diolah karena ukurannya kecil serta teksturnya lembut setelah dimasak.Telur puyuh kaya nutrisi seperti protein berkualitas tinggi, zat besi, vitamin B kompleks (terutama B12 dan riboflavin), kolin, selenium, vitamin A, vitamin D, serta lemak sehat dan antioksidan. Kandungan ini lebih padat per gram dibanding telur ayam, sehingga cocok untuk bayi yang butuh nutrisi ekstra dalam porsi kecil.Manfaat Utama Telur Puyuh untuk MPASI Bayi
Dikutip dari halodoc.com, berikut ringkasan manfaat berdasarkan kandungan nutrisinya:
-Mencegah stunting dan mendukung pertumbuhan optimal — Protein tinggi + zat besi membantu pembentukan sel darah merah, pertumbuhan otot & tulang, serta mencegah kekurangan gizi yang bisa sebabkan stunting.
-Mendukung perkembangan otak & sistem saraf — Kolin, vitamin B12, folat, dan selenium penting untuk fungsi kognitif, koordinasi saraf-otot, serta perkembangan sel otak (brain development).
-Meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) — Vitamin A, selenium, zat besi, dan protein membantu sistem kekebalan, membuat bayi lebih tahan sakit dan cepat pulih.
-Mencegah anemia — Zat besi tinggi (lebih banyak per gram dibanding telur ayam) mendukung produksi hemoglobin, terutama bayi berisiko anemia karena cadangan besi dari lahir mulai menipis.
-Menambah energi & metabolisme — Lemak sehat + vitamin B kompleks membantu ubah makanan jadi energi, sehingga bayi lebih aktif eksplorasi.
-Menjaga kesehatan mata — Vitamin A tinggi melindungi penglihatan dan mendukung perkembangan mata.
-Mudah dicerna & potensi alergen lebih rendah — Beberapa sumber menyebut telur puyuh lebih mudah dicerna oleh bayi dan memiliki potensi alergen lebih rendah dibanding telur ayam (meski bukti ilmiah masih terbatas dan variatif per individu).
-Porsi biasa untuk bayi: Mulai dari 1–2 butir per hari (setara nutrisi sekitar 1/2–1 butir telur ayam), tergantung usia dan kebutuhan. Bisa ditingkatkan bertahap.Cara Aman Memberikan Telur Puyuh untuk MPASI
-Usia mulai: Boleh dari awal MPASI (6 bulan), tapi perkenalkan secara bertahap sesuai aturan 3 hari (tunggu 3 hari sebelum makanan baru lain untuk pantau reaksi).
-Masak matang sempurna: Rebus minimal 10 menit hingga putih & kuning padat untuk bunuh bakteri Salmonella (risiko keracunan makanan tinggi jika setengah matang).
Cara penyajian mudah:
-Rebus lalu haluskan/mash campur puree sayur/kentang.
-Potong kecil-kecil untuk finger food (usia 8–9 bulan+).
-Campur ke bubur, sup, tim, atau omelet sayur.
-Pantau alergi: Telur (termasuk puyuh) termasuk alergen potensial. Gejala: ruam, gatal, muntah, diare, bengkak, sesak napas. Jika ada riwayat alergi keluarga, mulai dengan sangat sedikit dan konsultasi dokter/ahli gizi.
Catatan: Jika alergi telur ayam, belum tentu aman telur puyuh (ada kemungkinan reaksi silang, tapi beberapa anak beda respons).
Kebersihan: Cuci bersih telur, simpan di kulkas, dan gunakan sumber terpercaya.
Telur puyuh adalah pilihan superfood untuk MPASI karena nutrisi padat dan variatif menu, tapi tetap kombinasikan dengan sumber gizi lain (sayur, buah, karbo, dll.) agar menu seimbang. Jika bayi punya kondisi khusus (misalnya riwayat alergi atau masalah pencernaan), konsultasikan dulu dengan dokter anak atau ahli gizi. (RRI/Dewa Arta)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....