Filosofi Permainan Cilukba pada Bayi dan Manfaatnya bagi Perkembangan
- 12 Mar 2026 07:11 WIB
- Singaraja
Permainan cilukba merupakan salah satu permainan sederhana yang sangat akrab dalam kehidupan keluarga Indonesia. Permainan ini biasanya dilakukan dengan cara menutup wajah menggunakan tangan atau kain, kemudian membukanya sambil mengatakan “ciluk… ba!”. Meskipun terlihat sederhana, permainan ini ternyata memiliki makna dan manfaat yang cukup dalam bagi perkembangan bayi.
Secara psikologis, permainan cilukba membantu bayi memahami konsep keberadaan dan ketidakhadiran. Pada usia dini, bayi belum sepenuhnya memahami bahwa seseorang atau benda yang tidak terlihat masih tetap ada. Ketika orang tua menutup wajah lalu membukanya kembali, bayi belajar bahwa orang yang “hilang” sebenarnya tidak benar-benar pergi. Konsep ini dikenal dalam psikologi perkembangan sebagai object permanence atau kesadaran bahwa objek tetap ada meskipun tidak terlihat.
Selain itu, permainan cilukba juga memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan bayi. Saat bayi melihat wajah orang tua muncul kembali dengan ekspresi ceria, bayi biasanya merespons dengan senyum atau tawa. Interaksi ini menciptakan rasa aman, nyaman, dan kedekatan emosional yang sangat penting bagi perkembangan sosial bayi.
Dari sisi perkembangan kognitif, cilukba juga merangsang kemampuan berpikir dan rasa ingin tahu bayi. Bayi mulai belajar memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika wajah tertutup, bayi menunggu momen munculnya wajah kembali. Proses ini melatih konsentrasi, perhatian, serta kemampuan memahami pola sederhana.
Tidak hanya itu, permainan cilukba juga berperan dalam stimulasi perkembangan bahasa dan komunikasi. Ketika orang tua mengucapkan kata “ciluk” dan “ba” dengan intonasi yang ceria, bayi mulai mengenali suara, ritme, dan ekspresi wajah. Hal ini membantu bayi dalam proses awal memahami komunikasi verbal dan nonverbal.
Dengan berbagai manfaat tersebut, permainan cilukba bukan sekadar permainan tradisional untuk membuat bayi tertawa. Di balik kesederhanaannya, permainan ini memiliki filosofi penting tentang proses belajar bayi mengenal dunia, membangun rasa percaya, serta memperkuat hubungan emosional dengan orang tua.
Permainan sederhana ini menjadi bukti bahwa stimulasi perkembangan anak tidak selalu memerlukan alat yang rumit. Interaksi hangat, perhatian, dan kebersamaan orang tua justru menjadi kunci utama dalam mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....