dr Putu Arya Nugraha Soroti Kasus Gigitan Anjing di Singaraja
- 09 Mar 2026 13:26 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Kasus gigitan anjing yang terjadi di kawasan Pasar Buleleng kembali memicu perhatian berbagai pihak. Peristiwa yang menyebabkan belasan warga menjadi korban tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait potensi penyebaran rabies di wilayah Kota Singaraja.
Menanggapi kejadian tersebut, dr. Putu Arya Nugraha menyampaikan keprihatinannya setelah menerima informasi mengenai banyaknya warga yang digigit anjing dan harus mendapatkan perawatan medis. Ia menilai kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran penting bagi masyarakat dan pemerintah untuk memperkuat upaya pencegahan.
"Saya mendapat info di salah satu sudut kota Singaraja banyak warga digigit anjing dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Diduga anjing mengidap rabies. Saya betul-betul heran dan enggak habis pikir kenapa kita warga kota Singaraja susah sekali belajar terhadap pengalaman kena rabies sebelum-sebelumnya dan sekarang berusaha untuk mencegah," kata dr. Putu Arya Nugraha dalam postingan yang ia unggah dimedia sosial Minggu 8 Maret 2026.
Ia menilai langkah pencegahan sebenarnya cukup sederhana jika dilakukan secara konsisten oleh masyarakat. Salah satunya dengan memastikan anjing peliharaan tidak berkeliaran bebas di lingkungan sekitar.
"Padahal mudah sekali, pertama kalau punya anjing ya tinggal dikandangkan, kemudian kalau memang mau keluar ya harus didampingi," ujarnya.
Selain itu, dr. Arya juga meminta pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap potensi penyebaran rabies. Menurutnya, keberadaan anjing liar yang berkeliaran di lingkungan permukiman masih cukup banyak dan berpotensi menimbulkan risiko bagi masyarakat.
"Terus yang kedua, mohon sekali pemerintah terkait untuk selalu atensi dengan isu ini, monitoring yang ketat sehingga yang seperti kita saksikan sekarang di mana-mana anjing liar banyak sekali di lingkungan sekitar kita. Dan itu kita tidak pernah tahu apakah betul-betul sehat atau jangan-jangan juga ada yang mengidap rabies," katanya.
Ia juga memberikan masukan kepada komunitas pecinta anjing agar ikut berperan dalam pengendalian populasi anjing liar. Menurutnya, memberi makan anjing di jalan tanpa pengelolaan yang jelas justru dapat membuat jumlah anjing liar semakin bertambah.
"Dan yang ketiga, saya mau ngasih masukan rekan-rekan pecinta anjing ya, dog lover. Mungkin perlu sekali skema menggandangkan anjing itu. Jadi mengadopsi kemudian menggandangkan mereka. Jadi tidak cukup memberikan makan di pinggir jalan kemudian ditinggalkan," ujarnya.
Ia menilai pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi anjing yang berkeliaran bebas di lingkungan permukiman. Dengan pengelolaan yang lebih baik, potensi penularan rabies dapat ditekan dan keamanan warga dapat lebih terjaga.
"Jadi dengan begitu kita berharap sekali Kota Singaraja bebas dari rabies," kata dr. Arya Nugraha.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit rabies. Upaya pencegahan dinilai perlu dilakukan secara bersama melalui pengawasan hewan peliharaan, pengendalian anjing liar, serta penanganan cepat terhadap kasus gigitan yang terjadi di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....