Kenali Perbedaan Kejang dan Epilepsi

  • 04 Mar 2026 22:34 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Masyarakat kerap menyamakan kejang dengan epilepsi. Padahal, keduanya merupakan kondisi yang berbeda, baik dari segi penyebab maupun kelompok usia yang sering mengalaminya.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Ni Putu Andina Kluniari, Sp.A dalam program POS JAGA (Pengen Ngobrol Sambil Jaga Malam) bertema kesehatan, Rabu (4/3/2026). Dalam perbincangan tersebut, ia menjelaskan bahwa kejang pada anak umumnya berkaitan dengan demam tinggi.

“Kejang merupakan gangguan aktivitas yang sering terjadi pada anak di bawah usia lima tahun dengan faktor pemicunya adalah demam yang biasanya suhu tubuh anak melebihi 38 derajat dan tidak akan mengganggu kerja otak di kemudian hari,” jelasnya.

Ia menegaskan, kejang demam biasanya bersifat sementara dan tidak berdampak pada fungsi otak di masa mendatang. Meski demikian, orang tua tetap perlu melakukan penanganan yang tepat dan memantau kondisi anak.

Berbeda dengan kejang demam, epilepsi merupakan gangguan pada sistem saraf pusat. Kondisi ini menyebabkan penderitanya mengalami kejang berulang tanpa faktor pemicu yang jelas.

“Sedangkan epilepsi merupakan gangguan sistem saraf pusat yang menyebabkan seseorang mengalami kejang berulang tanpa faktor yang jelas dan kejadiannya bisa berulang dan biasanya terjadi pada orang dewasa,” tambahnya.

Dengan memahami perbedaan tersebut, masyarakat diharapkan tidak langsung menyimpulkan setiap kejang sebagai epilepsi. Pemeriksaan medis sangat penting untuk memastikan diagnosis serta menentukan langkah penanganan yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....