Sekolah dan Keluarga Diminta Aktif Cegah Tren Whip Pink

  • 18 Feb 2026 17:52 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Fenomena penyalahgunaan gas dinitrogen oksida atau dikenal dengan istilah whip pink tidak hanya menjadi isu kesehatan, tetapi juga tantangan sosial di lingkungan remaja. Pendekatan pencegahan kini diarahkan pada penguatan pengawasan keluarga dan lingkungan pendidikan sebagai garda terdepan.

Katim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Kabupaten Buleleng, Ni Luh Made Deprianti menilai rasa ingin tahu, tekanan pergaulan, serta keinginan dianggap mengikuti tren menjadi faktor utama remaja mencoba zat berisiko. “Sebagian besar remaja mencoba karena ikut-ikutan dan mengira ini aman, padahal dampaknya bisa serius bagi kesehatan" ujarnya

Menurutnya, sekolah dapat berperan melalui edukasi rutin, deteksi perubahan perilaku siswa, serta pembentukan kelompok remaja sebaya yang menyuarakan gaya hidup sehat. “Kalau sekolah dan teman sebaya aktif mengingatkan, tren berbahaya bisa ditekan sejak awal” ucapnya

Sementara itu keluarga didorong membangun komunikasi terbuka agar anak tidak mencari pelarian ke zat adiktif saat menghadapi stres atau masalah sosial. “Komunikasi orang tua dan anak itu kunci, supaya ketika ada masalah tidak larinya ke narkoba atau bahan adiktif,” katanya.

Selain edukasi, masyarakat juga diminta tidak ragu melapor jika menemukan indikasi penyalahgunaan. Layanan asesmen dan rehabilitasi tersedia tanpa proses hukum bagi pelapor maupun pengguna yang ingin pulih. “Lapor ke BNN dijamin rahasia, dan rehabilitasi bagi pengguna tidak dipungut biaya,” ujarnya.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....