Tak Perlu Galau! Ini Perbandingan DBF dan Mom Eping

  • 18 Feb 2026 14:19 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Menyusui merupakan fase penting dalam tumbuh kembang bayi, khususnya pada enam bulan pertama kehidupan. Pemberian ASI eksklusif direkomendasikan oleh World Health Organization karena mengandung nutrisi lengkap, antibodi alami, serta mendukung perkembangan fisik dan emosional bayi. Dalam praktiknya, terdapat dua metode yang umum dilakukan para ibu, yakni DBF (Direct Breastfeeding) dan mom eping (exclusive pumping). Keduanya sama-sama memberikan ASI, namun berbeda dalam cara pemberiannya.

DBF (Direct Breastfeeding) adalah metode menyusui langsung dari payudara ibu ke bayi tanpa perantara botol. Kelebihannya, metode ini membantu memperkuat bonding antara ibu dan bayi melalui kontak kulit langsung. Isapan bayi juga merangsang hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan penting dalam menjaga produksi ASI tetap stabil.

Selain itu, DBF lebih praktis karena tidak memerlukan pompa, botol, atau proses sterilisasi alat, sehingga lebih hemat biaya dan waktu. Namun, DBF memiliki kekurangan, terutama bagi ibu yang bekerja atau memiliki mobilitas tinggi karena harus selalu berada dekat bayi saat waktu menyusui. Jumlah ASI yang diminum bayi juga tidak dapat diukur secara pasti, dan dalam beberapa kasus, ibu bisa mengalami tantangan seperti pelekatan (latch) yang kurang optimal atau rasa nyeri saat menyusui.

Sementara itu, mom eping (exclusive pumping) adalah metode di mana ibu memompa ASI terlebih dahulu, kemudian menyimpannya untuk diberikan kepada bayi melalui botol atau media lainnya. Kelebihannya, metode ini lebih fleksibel dan cocok untuk ibu bekerja karena jadwal memompa bisa disesuaikan dengan aktivitas. Jumlah ASI yang dikonsumsi bayi dapat diukur dengan jelas, sehingga memudahkan pemantauan asupan harian.

Selain itu, ayah atau anggota keluarga lain dapat ikut terlibat dalam proses pemberian ASI. Meski demikian, mom eping cenderung lebih melelahkan karena ibu harus memompa secara rutin, menyimpan ASI dengan benar, serta mencuci dan mensterilkan peralatan setiap hari. Metode ini juga memerlukan biaya tambahan untuk pompa dan perlengkapan pendukung, serta berisiko menurunkan produksi ASI jika jadwal memompa tidak konsisten.

Pada akhirnya, baik DBF maupun mom eping memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak ada metode yang paling benar untuk semua ibu. Pilihan terbaik adalah yang sesuai dengan kondisi kesehatan, aktivitas, serta kenyamanan ibu agar pemberian ASI dapat berjalan lancar, berkelanjutan, dan tetap memberikan manfaat optimal bagi bayi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....