Panduan Lengkap Tahapan Tekstur MPASI Sesuai Usia Bayi
- 11 Feb 2026 13:46 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Singaraja - Memasuki usia 6 bulan, bayi mulai membutuhkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang semakin meningkat. Namun, pemberian MPASI tidak hanya soal jenis makanan, melainkan juga tekstur yang sesuai dengan tahap perkembangan kemampuan makan bayi. Pemberian tekstur yang tepat membantu melatih kemampuan mengunyah, menelan, serta mendukung perkembangan motorik oral si kecil.
Berikut tahapan tekstur MPASI yang perlu dipahami orang tua:
1. Usia 6 Bulan – Tekstur Halus (Puree/Lumat Sangat Halus)
Pada tahap awal MPASI, makanan diberikan dalam bentuk sangat halus seperti bubur saring atau puree. Teksturnya lembut dan mudah ditelan karena bayi belum memiliki kemampuan mengunyah yang baik.
Contoh: puree kentang, puree wortel, bubur beras yang diblender halus.
Tujuan tahap ini adalah mengenalkan rasa dan melatih bayi belajar menelan makanan selain ASI.
2. Usia 7–8 Bulan – Tekstur Lumat (Mashed)
Memasuki usia 7 hingga 8 bulan, tekstur makanan bisa sedikit lebih kasar dibandingkan tahap sebelumnya. Makanan cukup dilumat dengan garpu tanpa harus disaring atau diblender terlalu halus.
Contoh: nasi tim lembek, kentang lumat, tahu yang dihancurkan.
Pada tahap ini, bayi mulai belajar menggerakkan makanan di dalam mulut dan melatih koordinasi lidah.
3. Usia 9–11 Bulan – Tekstur Cincang Halus (Minced/Chopped)
Di usia ini, kemampuan mengunyah bayi semakin berkembang. Tekstur makanan bisa berupa cincangan halus atau potongan kecil yang lunak.
Contoh: nasi tim dengan sayur dan daging cincang halus, telur orak-arik lembut, buah potong kecil yang lunak seperti pisang atau pepaya.
Tahap ini membantu melatih gerakan mengunyah dan memperkuat otot rahang.
4. Usia 12 Bulan ke Atas – Makanan Keluarga (Finger Food & Potongan Kecil)
Setelah usia 1 tahun, anak umumnya sudah bisa mengonsumsi makanan keluarga dengan penyesuaian ukuran dan tingkat kelembutan. Tekstur tidak perlu lagi terlalu lembek, namun tetap aman dan mudah dikunyah.
Contoh: nasi dengan lauk keluarga yang dipotong kecil, sayur lunak, potongan ayam empuk.
Pada fase ini, anak juga mulai belajar makan sendiri (self-feeding) untuk melatih kemandirian.
Pemberian tekstur MPASI yang bertahap dan sesuai usia sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Hindari terlalu lama memberikan makanan yang terlalu halus karena dapat menghambat kemampuan mengunyah. Dengan memahami tahapan tekstur MPASI, orang tua dapat membantu si kecil belajar makan dengan aman, nyaman, dan menyenangkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....