Beringin: Penyejuk Bumi, Penjaga Negara, Penawar Luka
- 01 Des 2025 09:23 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Pohon beringin (nama ilmiah: Ficus benjamina) adalah salah satu pohon paling ikonik dan penuh makna di Indonesia. Meskipun sering disebut “pohon”, sebenarnya beringin termasuk dalam keluarga ara-araan (Moraceae), bukan pohon biasa seperti jati atau mahoni.
Ciri-ciri utama pohon beringin:
-Daunnya kecil, lonjong, mengkilap, hijau tua (mirip Ficus yang sering jadi tanaman hias dalam ruangan)
-Akar gantung (akar tunjang) yang khas – turun dari cabang ke tanah, lalu menebal jadi seperti batang tambahan
-Tajuknya sangat lebar dan rindang, bisa mencapai diameter puluhan meter
-Bisa tumbuh sangat besar dan sangat tua (ratusan tahun)
-Buahnya kecil bulat (tin), dimakan burung dan kelelawar, warnanya hijau → merah → hitam saat matang
Mengapa beringin begitu istimewa di Indonesia?
-Simbol kekuatan, keabadian, dan perlindungan. Karena akarnya kuat menembus tanah, tajuknya luas memberi naungan, dan umurnya panjang, beringin jadi lambang kekuasaan yang adil dan melindungi rakyat.
-Pusat kerajaan dan desa tradisional. Hampir setiap alun-alun di kota-kota Jawa (Yogyakarta, Solo, Cirebon, dll) ada pohon beringin tua di tengah atau di sudutnya. Konon, di situlah para leluhur bermusyawarah.
-Lambang negara. Pohon beringin adalah sila ke-3 Pancasila: Persatuan Indonesia.
-Akar gantung yang banyak melambangkan beragam suku, budaya, dan agama yang bersatu di bawah naungan satu negara (tajuk yang satu).
-Tempat keramat & mistis. Banyak orang percaya beringin besar dihuni makhluk halus (terutama di malam Jumat Kliwon). Sering ada sesaji atau kain mori putih di batangnya.
*Manfaat nyata
Naungan alami yang sangat sejuk (dulu jadi tempat istirahat pedagang & musyawarah)
Akar menahan longsor dan erosi
Daun & getahnya dipakai obat tradisional (bisul, demam, sakit gigi)
Kayunya (meski kurang bagus) dipakai untuk peti atau ukiran
*Jenis beringin yang terkenal di Indonesia:
Beringin putih (Ficus benjamina) – daun kecil, paling umum di alun-alun
Beringin dolar/waringin gantung – daun lebih kecil, sering jadi bonsai
Beringin karet (Ficus elastica) – daun besar mengkilap
Beringin bodhi (Ficus religiosa) – daun berbentuk hati, pohon suci Buddha (tempat Siddhartha Gautama mendapat pencerahan)
Singkatnya:
Beringin bukan cuma pohon besar biasa, tapi simbol kehidupan, persatuan, kekuasaan yang bijaksana, dan keabadian bagi masyarakat Nusantara selama berabad-abad. Dikutip dari lindungihutan.com, Berikut manfaat pohon beringin secara lengkap – dari yang nyata-nyata sampai yang simbolis dan budaya:
1. Manfaat Ekologi & Lingkungan
Penahan erosi dan longsor → akar tunjangnya sangat kuat, bisa menembus batu sekalipun.
Penyimpan air tanah → satu pohon beringin besar bisa menyerap dan menyimpan ribuan liter air hujan.
Penyejuk udara alami → tajuk lebar sekali bisa menurunkan suhu di bawahnya hingga 5–10°C.
Penyerap polutan udara → daunnya efektif menyerap debu, asap kendaraan, dan karbon dioksida.
Habitat satwa liar → burung, kelelawar, bajing, serangga, bahkan ular banyak yang bersarang di beringin tua.
2. Manfaat Sosial & Budaya
Pusat musyawarah desa/kota → hampir semua alun-alun di Jawa punya beringin sebagai tempat bermusyawarah sejak zaman kerajaan.
Simbol persatuan → lambang sila ke-3 Pancasila (lihat Garuda Pancasila).
Tempat upacara adat → ruwatan, sedekah bumi, pernikahan, dll sering di bawah beringin.
Identitas kota → contoh: Beringin Kota Solo, Beringin Keraton Yogyakarta, Beringin Palembang, dll.
3. Manfaat Kesehatan & Obat Tradisional
Daun beringin → direbus untuk obat demam, batuk, masuk angin, dan sakit kepala.
Getah beringin → dioles untuk bisul, borok, dan luka luar.
Akar gantung → direbus untuk obat rematik dan pegal linu.
Air rendaman daun muda → untuk cuci mata atau obat radang.
4. Manfaat Ekonomi & Praktis
Kayu → meski tidak sekuat jati, dipakai untuk peti mati, ukiran, atau gagang alat.
Bonsai & tanaman hias → beringin dolar dan beringin mini sangat laris (harga bonsai beringin tua bisa puluhan hingga ratusan juta).
Naungan pasar tradisional atau terminal → pedagang dan penumpang berteduh gratis.
5. Manfaat Arsitektur & Pertamanan
Pohon peneduh terbaik untuk taman kota, kampus, perumahan.
Desain lanskap tropis → beringin sering jadi focal point taman besar.
Akar gantungnya bisa dibentuk jadi “tirai hidup” yang indah.
6. Manfaat Spiritual & Mistis (kepercayaan masyarakat)
Tempat “bersemayam” leluhur atau makhluk halus → banyak yang memasang sesaji.
Pohon keramat → dianggap melindungi desa/kota dari marabahaya.
Sering jadi lokasi ritual tolak bala atau minta hujan.
Intinya:
Beringin itu bukan sekadar pohon, tapi penjaga kampung, penyejuk bumi, simbol persatuan, dan warisan budaya hidup yang sudah ada ratusan tahun di Nusantara. (RRI/Dewa Arta)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....