Waspada Cacing Pita, Parasit Berbahaya yang Mengancam Kesehatan
- 20 Agt 2025 14:07 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Cacing pita atau tapeworm adalah jenis parasit yang bisa hidup di dalam usus manusia. Penyakit yang disebabkan oleh parasit ini dikenal dengan istilah taeniasis atau sistiserkosis, tergantung lokasi cacing berkembang dalam tubuh.
Dokter spesialis paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Erlina Burhan, Sp.P(K) mengatakan, cacing pita biasanya masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang tidak matang sempurna, terutama daging sapi atau babi. “Telur atau larva cacing bisa bertahan di jaringan daging, dan saat dikonsumsi, mereka berkembang dalam usus manusia,” katanya.
Gejala infeksi cacing pita bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Beberapa orang mengalami sakit perut, diare, mual, penurunan berat badan, dan rasa lelah berlebihan. Dalam kasus tertentu, potongan tubuh cacing bahkan bisa keluar bersama feses.
Jika larva cacing menyebar ke jaringan lain seperti otot, mata, atau otak, kondisi ini disebut sistiserkosis. Menurut World Health Organization (WHO), komplikasi paling serius terjadi ketika larva mencapai otak, yang dapat menyebabkan kejang, sakit kepala kronis, bahkan gangguan neurologis permanen.
Faktor risiko utama terkena cacing pita adalah konsumsi daging mentah atau setengah matang. Selain itu, sanitasi yang buruk, seperti air minum terkontaminasi, juga menjadi jalur penyebaran. WHO mencatat bahwa penyakit ini masih banyak ditemukan di negara berkembang dengan sistem kebersihan kurang memadai.
Untuk diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan feses untuk menemukan telur atau segmen cacing. Dalam kasus tertentu, tes darah atau pencitraan medis seperti CT scan dan MRI digunakan untuk mendeteksi larva yang menyebar ke organ lain.
Menurut dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, pengobatan infeksi cacing pita dapat dilakukan dengan obat antiparasit, seperti praziquantel atau albendazole. “Obat ini efektif membunuh cacing dewasa maupun larvanya, tergantung lokasi infeksi,” ujarnya.
Pencegahan merupakan langkah terbaik agar tidak terinfeksi cacing pita. Pastikan daging dimasak hingga matang sempurna, cuci tangan sebelum makan, serta konsumsi air yang bersih dan higienis. WHO juga menekankan pentingnya program pengawasan makanan dan peningkatan sanitasi masyarakat untuk memutus rantai penularan.
Cacing pita adalah parasit berbahaya yang dapat menimbulkan gejala ringan hingga komplikasi berat pada organ vital. Menurut para ahli, menjaga kebersihan makanan, memasak daging dengan baik, dan melakukan pemeriksaan rutin adalah kunci utama untuk melindungi diri dari penyakit ini. (RRI/Aisyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....