Apa Itu GERD? Kenali Faktor Risiko Penyakitnya
- 13 Mar 2025 18:46 WIB
- Singaraja
KBRN, Singaraja: Kabar Wendy Cagur yang dilarikan ke Rumah Sakit (RS) karena penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada Selasa (11/3/2025) menyita perhatian publik. Kabar itu diungkapkan oleh sang istri, Revti Ayu Natasya melalui akun Instagram miliknya @revtiayunatasya.
Lantas apa itu GERD? Berikut penjelasan selengkapnya.
Berdasarkan laman halodoc.com GERD atau penyakit asam lambung merupakan kondisi saat asam lambung naik ke esofagus atau kerongkongan. Kondisi ini menimbulkan nyeri pada ulu hati, heartburn (dada terasa terbakar), dan bermacam gejala lainnya di area dada bagian bawah dan perut.
Pengidap penyakit ini biasanya mengalami refluks asam ringan sekitar dua kali seminggu, maupun gangguan yang parah sekitar sekali dalam seminggu. Salah satu penyebab asam lambung yang paling umum yakni hernia hiatus.
Hal itu adalah saat bagian atas perut dan sfingter bergerak diatas diafragma, yakni otot yang memisahkan perut dari dada. Umumnya, diafragma membantu menjaga asam di perut, tetapi akibat gangguan ini, maka asam lambung naik ke kerongkongan hingga menyebabkan gejala GERD ini.
Adapun faktor risiko akibat asam lambung naik bisa terjadi karena beberapa hal. Berikut penjelasannya.
A. Faktor Makanan dan Minuman
Makanan Berlemak Tinggi: Makanan berlemak tinggi bisa memperlambat pengosongan perut serta meningkatkan tekanan di perut, sehingga mendorong asam lambung naik. Misalnya gorengan, cepat saji, daging berlemak, maupun produk susu berlemak tinggi.
Makanan Pedas: Makanan pedas dapat mengiritasi lapisan kerongkongan serta memicu produksi asam lambung.
Makanan Asam: Makanan asam layaknya tomat, jeruk, serta produk berbasis cuka bisa meningkatkan keasaman lambung serta memperburuk gejala asam lambung.
Kafein: Kafein dalam kopi, teh, maupun minuman energi mampu melemaskan LES dan meningkatkan produksi asam lambung.
Alkohol: Alkohol juga bisa melemaskan LES serta meningkatkan produksi asam lambung.
Cokelat: Kandungan kafein dan teobromin pada cokelat bisa melemaskan LES.
Peppermint: Walau sering dianggap menenangkan perut, peppermint nyatanya bisa melemaskan LES bagi beberapa orang.
Bawang dan Bawang Putih: Makanan ini mampu memicu asam lambung pada beberapa individu.
Minuman Berkarbonasi: Minuman berkarbonasi busa meningkatkan tekanan di perut serta mendorong asam lambung naik.
B. Kondisi Medis:
Hernia Hiatus: Kondisi saat bagian atas perut menonjol melalui diafragma ke rongga dada. Hernia hiatus mampu melemahkan LES dan meningkatkan risiko asam lambung naik.
Obesitas: Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan tekanan pada perut, yang mampu mendorong asam lambung naik.
Gastroparesis: Kondisi ketika pengosongan perut melambat, sehingga menyebabkan makanan serta asam lambung tertahan lebih lama di perut dan meningkatkan risiko refluks.
Kehamilan: Perubahan hormon selama kehamilan dan tekanan dari rahim yang membesar pada perut dapat melemahkan LES serta meningkatkan risiko asam lambung naik.
Skleroderma: Penyakit autoimun yang bisa mempengaruhi otot LES serta menyebabkan disfungsi.
C. Kebiasaan atau Gaya Hidup:
Merokok: Nikotin dalam rokok melemaskan LES maupun meningkatkan produksi asam lambung.
Berbaring Setelah Makan: Berbaring atau tidur telentang usai setelah makan mampu memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Makan Terlalu Banyak (Porsi Besar): Makan dalam jumlah besar mampu meningkatkan tekanan di perut dan mendorong asam lambung naik.
Stres: Stres bisa memperburuk gejala asam lambung pada beberapa orang.
Terlalu Sering Membungkuk atau Berbaring: Posisi tubuh tertentu bisa meningkatkan tekanan pada perut dan memicu refluks.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....