Cerebral Palsy, Penyebab, Faktor Risiko dan Pengobatannya

  • 25 Okt 2024 15:41 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Cerebral palsy atau lumpuh otak merupakan sekelompok gangguan yang memengaruhi gerakan dan koordinasi otot. Tak hanya itu, dalam beberapa kasus, Cerebral palsy juga memengaruhi penglihatan, pendengaran, bahkan sensasi.

Penyebab

Dilansir dari situs halodoc.com, kondisi tersebut terjadi karena kerusakan pada otak yang belum matang dan berkembang. Paling sering terjadi pada masa kehamilan.

Namun, cerebral palsy juga bisa terjadi saat proses persalinan, maupun tahun pertama pasca kelahiran. Umumnya, penyakit ini menyebabkan gangguan gerakan yang berhubungan dengan refleks yang berlebihan, kelenturan atau kelenturan anggota badan dan badan.

Tanda lain misalnya postur yang tidak biasa, gerakan yang tidak pengidapnya sengaja, berjalan tidak stabil, atau kombinasi dari semuanya. Adapun cerebral palsy terjadi karena perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan pada otak yang sedang berkembang.

Ini biasanya terjadi sebelum anak lahir, tetapi bisa juga terjadi saat lahir atau pada awal masa bayi. Dalam banyak kasus, penyebab cerebral palsy tidak diketahui.

Namun diperkirakan berbagai faktor bisa menyebabkan masalah dengan perkembangan otak, misalnya, mutasi gen yang mengakibatkan kelainan genetik atau perbedaan perkembangan otak. Selain itu, infeksi Ibu yang memengaruhi janin yang sedang berkembang.

Faktor lain yakni stroke janin, gangguan suplai darah ke otak yang sedang berkembang maupun pendarahan ke otak dalam rahim atau saat bayi baru lahir. Disamping itu, Infeksi bayi yang menyebabkan peradangan dalam atau sekitar otak.

Kemudian, cedera kepala traumatis pada bayi, misal kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh atau mengalami kekerasan fisik. Serta kurangnya oksigen ke otak terkait dengan persalinan atau kelahiran yang sulit.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang bisa menempatkan bayi pada peningkatan risiko cerebral palsy. Faktor itu antara lain kelahiran prematur yakni bayi lahir sebelum menginjak usia kehamilan 37 minggu.

Faktor lain adalah bayi mengalami berat lahir rendah kurang dari 2,5 kilogram, kelahiran sungsang yang terjadi saat bokong atau kaki bayi keluar lebih dulu, ketidakcocokan Rh, yang terjadi ketika golongan Rh darah orang tua yang hamil tidak cocok dengan golongan Rh darah bayi mereka. Selain itu kebiasaan negatif pada ibu selama kehamilan seperti merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau menggunakan narkoba dan kelahiran bayi kembar dua atau lebih khususnya saat salah satu bayi selamat dan bayi yang lain meninggal saat kelahiran.

Pencegahan

Sebagian besar kasus cerebral palsy tidak bisa dicegah, namun seseorang bisa mengurangi risikonya. Jika sedang hamil atau berencana untuk hamil, sebaiknya mengambil beberapa langkah untuk menjaga kesehatan dan meminimalkan komplikasi kehamilan.

Langkah tersebut yakni melakukan vaksinasi terhadap penyakit sebelum hamil untuk mencegah infeksi yang menyebabkan kerusakan otak janin. Selanjutnya periksakan kehamilan secara berkala untuk mencegah kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan infeksi.

Hal lain adalah menghindari asupan tertentu.l seperti alkohol, tembakau, dan obat-obatan terlarang, karena zat itu berkaitan dengan risiko cerebral palsy. Terakhir adalah mempraktikkan keselamatan umum yang baik yakni mencegah cedera kepala pad anak dengan memberikan proteksi dan pengawasan yang tepat misal memastikan anak mengenakan helm saat bersepeda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....