Bukan Sekadar Tempat Ibadah, Masjidil Haram Diperkirakan Bernilai US$100 Miliar

  • 01 Okt 2026 18:58 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Masjidil Haram adalah kompleks arsitektur dan infrastruktur dengan skala terbesar di dunia yang mengelilingi Ka'bah.
  • Kompleks Masjidil Haram terus mengalami pengembangan untuk memenuhi kebutuhan jutaan jemaah setiap tahunnya.
  • Nilai pembangunan Masjidil Haram diperkirakan mencapai US$100 miliar atau sekitar Rp1.700 triliun dengan menggunakan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS.

RRI.CO.ID, Singaraja – Masjidil Haram bukan hanya menjadi pusat ibadah umat Islam di Makkah, tetapi juga salah satu kompleks arsitektur dan infrastruktur dengan skala terbesar di dunia. Kompleks yang mengelilingi Ka'bah tersebut terus mengalami pengembangan untuk memenuhi kebutuhan jutaan jemaah setiap tahunnya.

Besarnya skala pembangunan membuat Masjidil Haram kerap disebut sebagai salah satu bangunan atau kompleks dengan nilai tertinggi di dunia. Sejumlah perkiraan menyebut nilai pembangunannya mencapai sekitar US$100 miliar, atau sekitar Rp1.700 triliun jika menggunakan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS.

Angka tersebut mencerminkan investasi pembangunan yang dilakukan dalam kurun waktu panjang. Perluasan kompleks dilakukan untuk meningkatkan kapasitas, memperbaiki pergerakan jemaah, serta menyediakan fasilitas yang dapat menunjang pelaksanaan ibadah dalam kondisi jumlah pengunjung yang sangat besar.

Dari sisi arsitektur, Masjidil Haram memadukan unsur tradisional dan teknologi modern. Berbagai bagian kompleks menggunakan material berkualitas tinggi, termasuk marmer yang dikenal mampu memberikan permukaan yang relatif sejuk dan nyaman bagi jemaah.

Kemegahan kompleks juga terlihat dari berbagai elemen arsitektur, seperti menara, gerbang, halaman luas, serta struktur bangunan yang dirancang untuk mengakomodasi aktivitas ibadah dalam skala besar.

Selain aspek estetika, pengembangan Masjidil Haram juga berkaitan erat dengan faktor keselamatan dan kenyamanan. Sistem pengelolaan jemaah, fasilitas transportasi dan akses, serta berbagai teknologi pendukung dikembangkan untuk membantu mengatur arus manusia yang sangat padat.

Hal tersebut menjadi semakin penting ketika musim haji berlangsung. Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Arab Saudi untuk menjalankan rangkaian ibadah, sehingga kapasitas dan infrastruktur kawasan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah.

Dengan perpaduan antara sejarah, arsitektur, teknologi, dan fungsi keagamaan, Masjidil Haram memiliki karakter yang berbeda dari bangunan komersial yang biasa dinilai berdasarkan harga pasar. Perkiraan US$100 miliar lebih menggambarkan besarnya skala investasi dan pembangunan kompleks daripada nilai jual sebuah bangunan.

Masjidil Haram pun terus berkembang mengikuti kebutuhan jemaah. Perjalanan pembangunan tersebut menjadikan kawasan ini bukan hanya simbol penting dalam sejarah Islam, tetapi juga salah satu proyek infrastruktur keagamaan terbesar yang terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....