Tren Childfree, Tim Undiksha Ungkap Kesiapan Gen Z Bali

  • 11 Sep 2026 18:04 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Perubahan cara generasi muda memandang keluarga dan memiliki anak menjadi dinamika yang perlu diperhatikan dalam keberlanjutan regenerasi masyarakat Bali. Di tengah munculnya fenomena childfree, tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui penelitian “JAGA KRAMA BALI: Analisis Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z dalam Fenomena Childfree sebagai Tantangan Regenerasi Sosial Budaya di Bali” mengkaji kesiapan Generasi Z Bali dalam menjalankan peran sebagai orang tua.

Penelitian terhadap 400 Generasi Z Bali berusia 18–26 tahun menunjukkan bahwa parenting readiness atau kesiapan pengasuhan anak berada pada kategori sedang. Pendalaman terhadap enam informan menunjukkan bahwa kesiapan tersebut berkaitan dengan kondisi ekonomi, psikologis, pendidikan dan pekerjaan, pengetahuan pengasuhan, pasangan, pengalaman keluarga, informasi, orientasi terhadap keturunan, nilai adat dan agama, serta kesehatan reproduksi.

Dalam penelitian ini, childfree ditempatkan sebagai konteks perubahan orientasi pembentukan keluarga, bukan sebagai variabel yang diuji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kesiapan pengasuhan tidak otomatis berarti memilih childfree. Sebaliknya, keinginan memiliki anak juga tidak selalu berarti siap untuk segera memiliki anak. Hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembentukan keluarga pada Generasi Z perlu dipahami melalui berbagai pertimbangan yang dinamis.

Dalam konteks Bali, persoalan tersebut memiliki makna yang lebih luas karena generasi penerus berkaitan dengan keberlanjutan keluarga, adat, dan budaya. Pandangan BKKBN Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali turut memperkuat temuan bahwa kesiapan generasi muda tidak hanya mencakup aspek ekonomi dan psikologis, tetapi juga kesiapan menjalankan tanggung jawab sosial budaya. Penelitian juga menemukan bahwa parenting readiness berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi Generasi Z Bali mengenai keberlanjutan regenerasi sosial budaya dan sistem keluarga.

Melalui penelitian JAGA KRAMA BALI, tim berharap hasil penelitian dapat memberikan perspektif baru mengenai kesiapan generasi muda dalam membangun keluarga serta menjadi masukan bagi upaya penguatan regenerasi sosial budaya Bali. Tim menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) atas dukungan terhadap pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa sehingga penelitian ini dapat terlaksana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....