Usia Dewasa Kini Dipandang Lebih Panjang, Tak Lagi Sekadar Patokan Angka
- 10 Agt 2026 15:49 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Pemahaman tentang kedewasaan terus mengalami perubahan dari perspektif biologis dan sosial, tidak lagi hanya dikaitkan dengan usia tertentu saja.
- Peneliti mengusulkan rentang usia remaja adalah 10-24 tahun, dengan fase transisi menuju kehidupan dewasa yang dapat berlangsung hingga usia 30-34 tahun.
- Perjalanan dari remaja menuju dewasa merupakan proses yang bertahap dan gradual, bukan perubahan yang terjadi secara otomatis setelah melewati batas usia tertentu.
RRI.CO.ID, Singaraja - Pemahaman mengenai kapan seseorang benar-benar memasuki masa dewasa terus mengalami perubahan. Jika sebelumnya kedewasaan kerap dikaitkan dengan usia tertentu, perkembangan biologis dan perubahan sosial menunjukkan bahwa proses tersebut dapat berlangsung jauh lebih panjang, bahkan hingga memasuki usia 30-an.
Sejumlah peneliti mengusulkan rentang usia remaja 10-24 tahun. Sementara itu, fase transisi menuju kehidupan dewasa dapat berlangsung hingga sekitar usia 30-34 tahun. Pandangan tersebut menggambarkan bahwa perjalanan dari remaja menuju dewasa merupakan proses yang bertahap, bukan perubahan yang terjadi secara otomatis setelah seseorang melewati batas usia tertentu.
Perubahan sosial turut menjadi salah satu faktor yang membuat masa transisi tersebut semakin panjang. Pendidikan yang berlangsung lebih lama, proses memasuki dunia kerja, kemandirian finansial, hingga perubahan pola hubungan sosial membuat seseorang membutuhkan waktu lebih panjang untuk membangun kehidupan yang stabil.
| Baca juga: Terapi Baru untuk Kucing Lansia Dikembangkan |
Di sisi lain, perkembangan biologis juga memiliki peran penting. Kemampuan otak yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, pengaturan emosi, dan kontrol diri masih berkembang hingga sekitar usia 30 tahun. Artinya, kematangan seseorang merupakan hasil dari proses yang melibatkan perkembangan biologis sekaligus pengalaman dalam menghadapi kehidupan.
Perubahan tersebut juga dapat menjelaskan mengapa banyak orang pada usia 20-an masih berada dalam tahap mencari arah kehidupan. Pilihan mengenai pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial, dan kemandirian dapat terus mengalami perubahan sebelum seseorang menemukan pola kehidupan yang dianggap sesuai.
Pandangan mengenai transisi menuju dewasa yang lebih panjang bukan berarti seseorang pada usia 20-an tidak memiliki tanggung jawab. Sebaliknya, temuan tersebut menunjukkan bahwa proses membangun kemampuan untuk menjalankan tanggung jawab merupakan bagian dari perjalanan menuju kematangan.
Dengan memahami proses tersebut, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru memberikan label kepada seseorang hanya berdasarkan usia. Setiap individu dapat memiliki kecepatan perkembangan dan pengalaman hidup yang berbeda.
Perubahan perspektif ini juga menjadi penting bagi keluarga, lembaga pendidikan, dunia kerja, dan masyarakat dalam memberikan dukungan kepada generasi muda. Pendekatan yang mempertimbangkan perkembangan biologis dan kondisi sosial dapat membantu mereka melewati masa transisi dengan lebih baik.
Pada akhirnya, kedewasaan tidak hanya ditentukan oleh bertambahnya usia. Kemampuan mengambil keputusan, mengelola emosi, membangun kemandirian, dan menjalankan tanggung jawab menjadi bagian penting dari proses panjang seseorang dalam mencapai kematangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....