Konten Positif Anak Muda Bangun Ruang Digital Lebih Sehat
- 27 Jul 2026 09:16 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem media sosial yang sehat melalui konten-konten positif dan edukatif.
- Media sosial dapat menjadi media promosi budaya Indonesia apabila dimanfaatkan secara tepat oleh generasi muda.
- Banyak generasi muda kini mulai membagikan keseharian yang produktif dan memperkenalkan tradisi daerah serta kekayaan budaya lokal kepada masyarakat dunia.
RRI.CO.ID, Singaraja - Generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem media sosial yang sehat melalui konten-konten positif dan edukatif. Di tengah derasnya arus informasi, kreativitas anak muda tidak hanya diukur dari kemampuan membuat konten yang menarik perhatian, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan Trimahanarayani dalam Obrolan SPADA RRI Singaraja, Senin, 27 Juli 2026 saat membahas pentingnya memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkenalkan budaya, aktivitas produktif, serta nilai-nilai positif kepada masyarakat luas.
Menurutnya, media sosial dapat menjadi media promosi budaya Indonesia apabila dimanfaatkan secara tepat. Banyak generasi muda kini mulai membagikan keseharian yang produktif, memperkenalkan tradisi daerah, hingga mengangkat kekayaan budaya lokal kepada masyarakat dunia. Fenomena tersebut dinilai sebagai langkah positif karena memperluas wawasan masyarakat terhadap keberagaman budaya Indonesia. "Aku lebih suka melihat anak muda yang memanfaatkan media sosial untuk menunjukkan keseharian yang produktif dan memperkenalkan budaya yang mereka miliki," ujar Trimahanarayani.
Ia mencontohkan bahwa dirinya mengenal berbagai budaya dari daerah lain melalui media sosial. Hal tersebut membuktikan bahwa platform digital mampu menjadi jembatan pertukaran pengetahuan apabila digunakan secara bijaksana. Namun demikian, ia mengingatkan agar setiap konten yang diunggah tetap memperhatikan etika penyampaian, penggunaan bahasa, serta tidak mengandung unsur yang dapat menyinggung kelompok tertentu. Menurutnya, kreativitas tidak boleh mengorbankan nilai penghormatan terhadap orang lain.
Trimahanarayani juga menilai bahwa kebiasaan sederhana sebelum mengunggah konten sangat menentukan dampak yang akan diterima. Pengguna media sosial perlu mengevaluasi kembali isi unggahan, pilihan kata, hingga cara penyampaiannya sebelum menekan tombol publikasi. "Sebelum memposting, pikirkan dulu apakah kontennya tidak menyinggung pihak mana pun, tidak mengandung unsur SARA, dan memang memberikan manfaat bagi orang lain," kata Trimahanarayani.
Melalui pemanfaatan media sosial yang bertanggung jawab, generasi muda diharapkan mampu menjadi contoh dalam membangun ruang digital yang sehat, kreatif, dan inklusif. Konten yang mengangkat budaya, aktivitas positif, maupun edukasi dinilai lebih bermanfaat dibandingkan konten yang hanya mengejar sensasi atau viralitas sesaat. Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi tempat berbagi hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga nilai-nilai keindonesiaan di era digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....