Undiksha Kembangkan Wisata Digital AR untuk Desa Penglipuran
- 20 Jul 2026 18:57 WIB
- Singaraja
RRI.CO.ID, Bangli – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) mengembangkan konsep Smart Sustainable Edutourism berbasis Augmented Reality (AR) untuk mendukung transformasi digital Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli. Inovasi ini dirancang menghadirkan pengalaman wisata edukatif yang lebih interaktif tanpa mengesampingkan pelestarian budaya lokal.
Pengembangan tersebut merupakan bagian dari Program Bestari Saintek yang didanai Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Saat ini, tim peneliti Undiksha tengah menyempurnakan sistem sebelum memasuki tahap implementasi dan uji coba di lapangan.
Sebagai bagian dari proses pengembangan, tim peneliti menggelar Focus Group Discussion (FGD) Validasi Produk Penelitian di Kampus Undiksha, Singaraja, Senin 20 Juli 2026. Kegiatan itu melibatkan Dinas Pariwisata, pengelola Desa Wisata Penglipuran, Ketua Sekaa Teruna Teruni (Yowana) Desa Penglipuran, serta tim peneliti untuk memberikan masukan terhadap penyempurnaan sistem.
Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, menjelaskan teknologi AR akan memberikan pengalaman baru bagi wisatawan melalui penyajian informasi digital yang terintegrasi dengan objek wisata secara langsung.
"Melalui teknologi ini, wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif mengenai sejarah, arsitektur tradisional, filosofi, serta nilai-nilai budaya yang hidup di Desa Penglipuran. Kami ingin menghadirkan model pengelolaan destinasi yang mampu mengintegrasikan inovasi digital dengan pelestarian budaya secara berkelanjutan," ujarnya.
Menurutnya, wisatawan nantinya cukup memindai QR Code atau mengakses titik tertentu melalui telepon pintar untuk memperoleh informasi dalam bentuk model tiga dimensi (3D), animasi, narasi sejarah, audio, video, hingga penjelasan mengenai budaya dan kearifan lokal yang melekat pada setiap objek wisata.
Anggota tim peneliti, I Wayan Pardi, S.Pd., M.Pd., menambahkan platform tersebut juga dilengkapi berbagai fitur pendukung, seperti QR Marker pada objek budaya, dashboard pemantauan kepadatan wisatawan, peta wisata interaktif, katalog digital UMKM berbasis narasi budaya, hingga media edukasi digital.
"Seluruh fitur dirancang untuk mendukung pengelolaan destinasi yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas layanan informasi kepada wisatawan," ucapnya.
Sementara itu, General Manager Pengelola Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, menyambut baik inovasi yang dikembangkan Undiksha. Menurutnya, konsep Smart Sustainable Edutourism selaras dengan arah pengembangan Penglipuran sebagai destinasi wisata budaya yang memadukan kemajuan teknologi dengan pelestarian tradisi.
"Sistem ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus membantu pengelola dalam mengambil keputusan berbasis data. Kami berharap implementasinya dapat semakin memperkuat daya saing Penglipuran sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia," ujarnya.
Melalui inovasi tersebut, Undiksha berharap mampu menghadirkan model pengelolaan destinasi wisata yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjadi contoh penerapan transformasi digital yang tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan keberlanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....