Universitas Muhammadiyah Maumere Terima UKT dari Hasil Panen Mahasiswa
- 20 Jun 2026 17:45 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- UKT hasil panen
- Universitas Muhammadiyah Maumere
- mahasiswa petani
- mahasiswa nelayan
- pemberdayaan ekonomi
- pendidikan inklusif
- hasil pertanian
- hasil perikanan
- NTT
- akses pendidikan
RRI.CO.ID, Singaraja – Kebijakan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) menggunakan hasil bumi dan hasil laut yang diterapkan Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) tidak hanya membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga petani dan nelayan.
Program tersebut memungkinkan mahasiswa menyerahkan komoditas hasil pertanian maupun perikanan sebagai pengganti pembayaran tunai. Kampus kemudian membantu menjual produk tersebut dan mengonversi hasil penjualannya menjadi pembayaran UKT.
Rektor Unimof, Erwin Prasetyo, mengatakan kebijakan itu berawal dari pengalaman seorang mahasiswa yang tidak mampu membayar biaya kuliah karena hasil panen keluarganya belum mendapatkan pembeli. Dari kasus tersebut, kampus berinisiatif mencarikan pasar bagi produk masyarakat sekaligus membantu mahasiswa menyelesaikan kewajiban akademiknya.
“Kami ingin memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi alasan mahasiswa menghentikan pendidikan. Karena itu, kampus hadir menjembatani kebutuhan mahasiswa dan potensi ekonomi masyarakat,” katanya.
Komoditas yang dapat digunakan untuk pembayaran UKT cukup beragam, mulai dari beras, jagung, kelapa, kemiri, pisang, cengkeh, kakao, hingga hasil tangkapan laut yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat pesisir di wilayah Nusa Tenggara Timur.
Melalui program tersebut, kampus berperan sebagai penghubung antara produsen lokal dan pasar. Selain membantu mahasiswa, langkah ini juga membuka peluang pemasaran bagi hasil produksi masyarakat yang sering kali mengalami kendala distribusi maupun penjualan.
Pengamat pendidikan menilai pendekatan semacam ini mencerminkan peran perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.
Di tengah tantangan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat Indonesia, kebijakan Unimof menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan dapat menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal. Program tersebut melengkapi berbagai bentuk bantuan lain yang telah tersedia, seperti beasiswa dan sistem pembayaran kuliah secara mencicil.
Dengan pendekatan tersebut, harapan untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....