Studi Global: Pendengaran Wanita Lebih Sensitif Dibanding Pria

  • 20 Jun 2026 14:57 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • pendengaran pria
  • pendengaran wanita
  • Scientific Reports
  • penelitian telinga
  • sensitivitas pendengaran
  • koklea
  • TEOAE
  • kesehatan telinga
  • studi internasional
  • gangguan pendengaran

RRI.CO.ID, Singaraja Sebuah studi internasional terbaru mengungkap bahwa wanita memiliki tingkat sensitivitas pendengaran yang lebih baik dibandingkan pria. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports dan melibatkan sekitar 450 peserta dari 13 negara.

Penelitian tersebut dipimpin oleh Patricia Balaresque dan Turi King dengan menggunakan metode Transient-Evoked Otoacoustic Emissions (TEOAE), yaitu teknik yang mengukur respons koklea atau organ pendengaran di telinga bagian dalam terhadap rangsangan suara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita memiliki sensitivitas pendengaran rata-rata sekitar 2 desibel lebih tinggi dibandingkan pria. Para peneliti menyebut perbedaan ini ditemukan secara konsisten di berbagai populasi yang menjadi objek penelitian.

Menariknya, penelitian ini juga menemukan bahwa faktor jenis kelamin memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kemampuan mendengar dibandingkan faktor usia. Selama ini, penurunan kualitas pendengaran sering dikaitkan dengan bertambahnya umur, namun hasil studi tersebut menunjukkan adanya peran biologis yang signifikan sejak awal kehidupan.

Menurut para peneliti, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah perbedaan paparan hormon selama masa perkembangan janin. Paparan hormon tersebut diduga memengaruhi struktur koklea sehingga menghasilkan kemampuan pendengaran yang berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Selain faktor biologis, penelitian ini turut menyoroti pengaruh lingkungan terhadap kualitas pendengaran. Individu yang tinggal di kawasan berhutan atau lingkungan alami cenderung memiliki kemampuan mendengar yang lebih baik dibandingkan mereka yang hidup di wilayah dengan tingkat kebisingan tinggi.

Para peneliti berharap temuan ini dapat membantu pengembangan studi lebih lanjut mengenai kesehatan pendengaran, termasuk strategi pencegahan gangguan pendengaran yang mempertimbangkan faktor biologis dan lingkungan.

Temuan tersebut sekaligus memperkaya pemahaman ilmiah mengenai bagaimana jenis kelamin dan lingkungan dapat memengaruhi fungsi sensorik manusia secara berbeda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....