Belasan Kampus di Bali Bentuk Konsorsium Pendidikan Atasi Persoalan Daerah

  • 15 Jun 2026 19:38 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja – Sebanyak 14 perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali yang memiliki program studi kependidikan sepakat membentuk Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali. Konsorsium ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan dan pembangunan daerah melalui sinergi antarkampus.

Pembentukan konsorsium tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Senin 15 Juni 2026. Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, serta Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman.

Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, mengatakan konsorsium menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, berbagai tantangan pendidikan di Bali tidak dapat diselesaikan secara parsial sehingga membutuhkan sinergi yang lebih kuat.

“Melalui konsorsium ini, kami berharap persoalan-persoalan pendidikan di Bali dapat ditangani bersama melalui kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Lasmawan menjelaskan, pembentukan konsorsium juga sejalan dengan program Kampus Berdampak yang mendorong perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi turut menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, menyebut pembentukan konsorsium merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sebelumnya digelar pada Maret 2026. Ia menegaskan kemajuan suatu daerah maupun negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dibangun secara berkelanjutan.

“Kemajuan sebuah negara bergantung pada seberapa serius negara tersebut berinvestasi pada pendidikan. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ucapnya.

Menurut Fauzan, masih banyak hasil penelitian perguruan tinggi yang berhenti pada tahap prototipe dan belum diimplementasikan secara luas. Melalui konsorsium ini, berbagai sumber daya, keahlian, serta hasil riset yang dimiliki perguruan tinggi di Bali diharapkan dapat dikolaborasikan untuk menghasilkan solusi yang lebih konkret.

Ia menambahkan, kolaborasi antarkampus menjadi kunci untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi memiliki banyak ahli dan potensi besar. Melalui kolaborasi, seluruh potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Inilah esensi Kampus Berdampak,” katanya.

Melalui konsorsium tersebut, 14 perguruan tinggi di Bali berkomitmen membangun ekosistem pendidikan yang lebih kolaboratif, inovatif, dan berdampak, sekaligus memperkuat kontribusi kampus dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pendidikan di Pulau Dewata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....