Polemik Susu Formula dalam Program MBG 2026, IDAI Minta BGN Tinjau Ulang Kebijakan

  • 22 Mei 2026 15:53 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • Program MBG
  • Badan Gizi Nasional
  • IDAI
  • polemik susu formula
  • ASI
  • kebijakan gizi
  • kesehatan anak
  • stunting
  • pangan lokal
  • gizi nasional

RRI.CO.ID, Singaraja - Rencana penyediaan susu formula dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 memunculkan perhatian dari kalangan tenaga kesehatan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) secara resmi mengirim surat terbuka kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar kebijakan tersebut ditinjau ulang dan disesuaikan dengan aturan kesehatan nasional.

Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala BGN, Dr. Ir. Dadan Hindayana, IDAI menyampaikan kekhawatiran bahwa distribusi susu formula secara massal tanpa dasar indikasi medis dapat berdampak pada menurunnya angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia.

IDAI menilai kebijakan gizi nasional perlu disusun secara hati-hati agar tidak menimbulkan persepsi bahwa susu formula dapat menggantikan peran utama ASI bagi bayi dan anak.

“Negara harus hadir sebagai pelindung, bukan perantara bagi industri yang ingin mereduksi standar gizi anak bangsa,” tulis IDAI dalam surat tersebut.

Organisasi profesi dokter anak itu juga menekankan bahwa ASI memiliki manfaat besar dalam mendukung daya tahan tubuh, tumbuh kembang, serta pembentukan ikatan emosional antara ibu dan bayi. Karena itu, pemberian susu formula seharusnya dilakukan secara terbatas dan berdasarkan rekomendasi medis.

Di sisi lain, IDAI menilai upaya peningkatan gizi masyarakat sebaiknya lebih diarahkan pada penguatan konsumsi pangan lokal bergizi tinggi. Bahan pangan seperti telur, ikan, dan daging dinilai memiliki manfaat lebih luas dalam mendukung program pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam surat terbukanya, IDAI juga meminta adanya harmonisasi kebijakan antara BGN dan Kementerian Kesehatan agar program intervensi gizi nasional berjalan searah dengan regulasi yang berlaku, termasuk standar WHO terkait pemasaran produk pengganti ASI.

Polemik ini menjadi perhatian publik karena Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Sejumlah pihak berharap pemerintah dapat mencari formulasi kebijakan yang tetap mendukung pemenuhan gizi anak tanpa mengurangi kampanye ASI eksklusif yang selama ini menjadi prioritas kesehatan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....