Waste Station Jerhemy Owen Dorong Masyarakat Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi
- 22 Mei 2026 15:52 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Jerhemy Owen
- waste station Jakarta
- sampah jadi uang
- tukar sampah voucher
- edukasi lingkungan
- pengurangan sampah
- daur ulang plastik
- ekonomi hijau
- gaya hidup berkelanjutan
- Stasiun Dukuh Atas
RRI.CO.ID, Singaraja — Permasalahan sampah di kota besar masih menjadi tantangan serius, terutama akibat rendahnya kesadaran memilah limbah rumah tangga. Melihat kondisi tersebut, kreator konten Jerhemy Owen berinisiatif menghadirkan program “waste station” yang mengajak masyarakat menukar sampah menjadi uang maupun poin voucher.
Program tersebut diumumkan langsung oleh Jerhemy melalui media sosialnya. Ia menyebut waste station akan menerima berbagai jenis sampah seperti plastik, botol minuman, kardus, minyak jelantah, hingga barang elektronik bekas.
Konsep ini dinilai dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Selain memberikan insentif ekonomi, waste station juga mendorong masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan.
“Semoga ke depannya bisa bangun banyak supaya mimpi kita untuk melihat Indonesia bersih bisa terwujud,” ujar Jerhemy dalam unggahannya.
Lokasi pertama waste station akan dibangun di kawasan Stasiun Dukuh Atas Sudirman, Jakarta, yang dikenal sebagai salah satu pusat mobilitas masyarakat perkotaan. Pemilihan lokasi tersebut dianggap strategis karena dapat menjangkau pengguna transportasi umum dan pekerja harian.
Tidak hanya menjadi tempat penukaran sampah, waste station juga dirancang sebagai ruang edukasi mengenai pemanfaatan limbah. Menariknya, sebagian bangunan dan furnitur di lokasi tersebut akan dibuat dari hasil olahan sampah yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa limbah rumah tangga sebenarnya masih memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Sampah plastik, misalnya, dapat diolah kembali menjadi material furnitur maupun elemen bangunan.
Sejumlah warganet menyambut positif inisiatif tersebut dan berharap program serupa dapat diterapkan di lebih banyak wilayah. Mereka menilai pendekatan berbasis insentif seperti voucher atau uang dapat menjadi cara efektif untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan, kehadiran waste station dinilai menjadi contoh kolaborasi kreatif antara edukasi publik, teknologi daur ulang, dan perubahan gaya hidup masyarakat urban.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....