Studi Ungkap Telepon dari Ibu Bisa Jadi “Obat Penenang” bagi Anak
- 17 Mei 2026 16:59 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- telepon ibu
- komunikasi keluarga
- penelitian anak
- suara ibu kurangi stres
- hubungan keluarga
- psikologi perkembangan
- oksitosin
- kortisol
- kesehatan emosional anak
- teknologi komunikasi
RRI.CO.ID, Singaraja - Di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa panggilan telepon sederhana dari seorang ibu ternyata memiliki dampak emosional yang sangat besar bagi anak.
Penelitian yang dilakukan oleh University of Wisconsin–Madison menemukan bahwa mendengar suara ibu melalui telepon mampu membantu menurunkan tingkat stres anak hampir setara dengan pelukan langsung.
Dalam penelitian tersebut, anak perempuan berusia 7 hingga 12 tahun sengaja ditempatkan dalam kondisi yang memicu tekanan emosional. Setelah itu, mereka dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan berbeda. Sebagian anak dipeluk oleh ibu mereka, sebagian berbicara melalui telepon, dan sisanya menonton tayangan video tanpa interaksi personal.
Hasilnya mengejutkan para peneliti. Anak-anak yang menerima panggilan telepon dari ibunya menunjukkan peningkatan kadar oksitosin, hormon yang berperan dalam membangun rasa nyaman dan kedekatan emosional. Selain itu, kadar kortisol mereka juga menurun secara signifikan.
Efek biologis tersebut hampir menyamai kelompok yang memperoleh kontak fisik berupa pelukan. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi suara tetap memiliki kekuatan emosional yang mendalam, meskipun dilakukan dari jarak jauh.
Penelitian ini dinilai relevan dengan kondisi masyarakat modern saat ini, ketika banyak keluarga menjalani aktivitas padat dan tidak selalu dapat bertemu setiap waktu. Kehadiran teknologi komunikasi seperti telepon atau panggilan suara ternyata tidak hanya membantu menjaga hubungan, tetapi juga dapat memberikan dukungan emosional nyata bagi anak.
Para ahli menilai bahwa kualitas komunikasi menjadi hal yang penting dalam hubungan keluarga. Suara yang lembut, perhatian sederhana, dan percakapan hangat dapat membantu anak merasa didengar serta mengurangi kecemasan yang mereka alami.
Di tengah dominasi pesan singkat dan komunikasi digital berbasis teks, penelitian ini juga menjadi pengingat bahwa mendengar suara orang terdekat masih memiliki dampak emosional yang sulit tergantikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....