Digitalisasi Dibarengi Literasi, Dispar Buleleng Ingatkan Etika Digital
- 14 Mei 2026 15:42 WIB
- Singaraja
Poin Utama
- Digitalisasi
- Literasi
- Dispar Buleleng
- Etika
- Digital
RRI.CO.ID, Singaraja - Transformasi digital dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi masyarakat di era saat ini. Namun di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi dan etika digital disebut menjadi hal penting yang harus diperkuat.
Hal tersebut disampaikan Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Buleleng, I Made Moga Karisma menurutnya, hampir seluruh aktivitas masyarakat kini tidak bisa dilepaskan dari teknologi digital, mulai dari komunikasi, transaksi, hingga aktivitas ekonomi kreatif.
“Sekarang orang lebih takut ketinggalan handphone dibanding dompet. Karena hampir semua kebutuhan ada di HP. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana pemahaman kita terhadap digitalisasi itu sendiri,” ujarnya.
Ia menilai, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan berbagai tantangan baru seperti penyebaran hoaks, penipuan digital, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Karena itu, masyarakat khususnya generasi muda diminta tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami etika dan keamanan digital.
“Jari kita sekarang bisa lebih berbahaya. Salah klik, salah kirim, bisa menimbulkan banyak risiko. Maka literasi digital itu sangat penting,” katanya.
Moga menjelaskan, kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif akan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkembang, termasuk dalam bidang ekonomi kreatif.
Saat ini, berbagai platform digital bahkan telah menjadi sarana belajar yang mudah diakses masyarakat untuk meningkatkan keterampilan secara mandiri.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga terus mendorong pengembangan kreativitas digital melalui berbagai pelatihan dan workshop, termasuk pelatihan terkait Intellectual Property (IP) kartun dan pemanfaatan AI dalam promosi produk kreatif.
Selain itu, kebutuhan ruang publik berbasis digital juga menjadi perhatian, seperti penyediaan wifi gratis, pojok literasi, area diskusi, hingga fasilitas penunjang aktivitas kreatif anak muda.
Menurutnya, ruang publik yang ramah kreativitas dapat mendorong munculnya ide, inovasi, dan kolaborasi di tengah masyarakat.
“Mari bersama-sama mewujudkan ekosistem kota kreatif di era digital dengan meningkatkan kualitas dan kemampuan diri kita. Karena tantangan digital ke depan akan semakin besar,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....