Waspada Serangan Ransomware yang Mengintai Data Penting di Ponsel Anda

  • 23 Apr 2026 08:30 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Kejahatan siber kini semakin canggih dengan munculnya perangkat lunak berbahaya yang mampu mengunci seluruh data pribadi milik pengguna ponsel. Korban biasanya dipaksa membayar sejumlah uang tebusan agar akses terhadap foto dan dokumen penting mereka bisa dikembalikan seperti semula.

Merujuk pada laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serangan ini seringkali masuk melalui unduhan aplikasi ilegal atau tautan palsu. Ketidaktelitian pengguna dalam menyaring informasi digital menjadi celah utama yang dimanfaatkan oleh para peretas internasional untuk menyisipkan virus.

Langkah proteksi dini yang paling efektif adalah dengan selalu melakukan pencadangan data ke layanan awan atau perangkat keras eksternal secara berkala. Dengan memiliki salinan data, Anda tidak akan mudah panik atau tertekan saat perangkat utama mengalami kendala teknis akibat serangan siber.

Hindari menyimpan informasi sensitif seperti kata sandi perbankan atau foto identitas di dalam folder yang tidak memiliki enkripsi keamanan tambahan. Penjahat digital akan selalu mencari data yang paling berharga untuk dijadikan bahan ancaman kepada para korbannya di dunia maya.

Sangat disarankan untuk hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi dan selalu membaca ulasan serta izin akses yang diminta oleh pengembang aplikasi. Jika sebuah aplikasi meminta akses ke fitur yang tidak relevan dengan fungsinya, sebaiknya Anda segera menghapus aplikasi tersebut dari perangkat.

Pembaruan sistem keamanan perangkat lunak yang disediakan oleh produsen ponsel harus segera dilakukan tanpa menunda-nunda waktu lagi. Pembaruan tersebut mengandung kode pengaman terbaru yang dirancang khusus untuk menangkal jenis serangan siber yang sedang tren saat ini.

Program Literasi Digital dari Kominfo mengingatkan bahwa kewaspadaan adalah pertahanan terbaik di era transformasi digital yang serba cepat ini. Jangan biarkan data berharga Anda jatuh ke tangan yang salah hanya karena kelalaian dalam menjaga keamanan perangkat digital sendiri.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....