Stereotip “Emak-Emak di Jalan” Perlu Dikaji Ulang, Studi Tunjukkan Fakta Berbeda

  • 21 Apr 2026 11:18 WIB
  •  Singaraja
Poin Utama
  • stereotip emak-emak
  • perempuan pengendara
  • keselamatan jalan
  • bias sosial
  • perilaku berkendara
  • literasi transportasi

RRI.CO.ID, Singaraja – Istilah “emak-emak di jalan” seringkali digunakan secara negatif dalam percakapan sehari-hari, bahkan di media sosial. Namun, sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa label tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan realita perilaku berkendara perempuan.

Fenomena ini dinilai sebagai bentuk stereotip sosial yang berkembang dari kebiasaan bercanda, tetapi berpotensi membentuk persepsi publik yang tidak adil. Padahal, dalam praktiknya, banyak ibu pengendara justru lebih mengutamakan aspek keselamatan dibanding kecepatan.

Sikap seperti memperlambat kendaraan sebelum berhenti atau lebih waspada terhadap kondisi sekitar sering disalahpahami sebagai tindakan tidak terampil. Padahal, perilaku tersebut merupakan bagian dari strategi berkendara defensif yang direkomendasikan dalam keselamatan lalu lintas.

Lebih lanjut, data dari The Zebra pada tahun 2022 menunjukkan bahwa perempuan memiliki tingkat keterlibatan lebih rendah dalam kecelakaan fatal. Fakta ini memperkuat bahwa gaya berkendara yang lebih hati-hati bukanlah kelemahan, melainkan keunggulan dalam menjaga keselamatan.

Penelitian dari Universitas Syiah Kuala juga menegaskan bahwa pelanggaran seperti tidak menyalakan lampu sein bukan hanya dilakukan oleh kelompok tertentu. Hal ini menandakan bahwa generalisasi terhadap ibu-ibu sebagai penyebab utama perilaku tersebut tidak berdasar.

Pakar sosial menilai penting untuk mengurangi penggunaan stereotip yang dapat merugikan kelompok tertentu. Alih-alih memperkuat stigma, masyarakat diharapkan dapat lebih fokus pada peningkatan kesadaran keselamatan berkendara secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....